Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Bagikan 100 Buku tentang Bung Karno

14 Februari 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PANJANG UMUR: Wali Kota F.X Hadi Rudyatmo rayakan ulang tahun secara sederhana di balai kota.

PANJANG UMUR: Wali Kota F.X Hadi Rudyatmo rayakan ulang tahun secara sederhana di balai kota. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO -Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo genap berusia 59 tahun pada Rabu kemarin (13/2). Selain perayaan seperti biasa, orang nomor satu di Kota Bengawan itu membagikan 100 buku berjudul Keislaman Bung Karno.

Buku karya Rahmat Sahid itu diberikan kepada tamu dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi lain yang datang merayakan ulang tahun wali kota, kemarin. Rudy menyebut buku setebal 160 halaman itu harus dibaca oleh seluruh masyarakat agar mengetahui bagaimana presiden pertama Indonesia dalam memeluk dan melihat Islam sebagai agama yang dianut.

“Itu Islam Bung Karno, Islam Nusantara. Tetap mengedepankan kebudayaan. Kalau Bung Karno menyampaikannya begini, kalau jadi Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Kristen jangan jadi Yahudi, kalau orang Islam jangan jadi orang Arab,” katanya di sela-sela perayaan ulang tahun di rumah dinas Loji Gandrung.

Intinya, apapun agama yang dipeluk harus jadi orang Indonesia yang penuh kebudayaan Nusantara itu sendiri. Rudy berharap seluruh masyarakat meningkatkan persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa. Di hari yang spesial kemarin, dia ingin seluruh pihak menjaga iklim Kota Solo yang kondusif.

“Teman-teman PNS juga saya sarankan untuk tidak terlibat dalam kampanye apapun, baik partai maupun pilpres. Harapan saya persatuan kesatuan dan netralitas ASN harus dipelihara,” terangnya.

Acara ulang tahun wali kota sendiri dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Surakarta. Sejumlah tokoh masyarakat juga turut merayakan di hari spesial tersebut. Mereka secara bergantian mengucapkan doa dan harapan kepada wali kota yang didampingi anak dan cucunya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Surakarta Untara mengamini apa yang disampaikan wali kota soal netralitas aparatur sipil negara (ASN). Dia memberikan jaminan kepada masyarakat untuk berlaku adil dan tidak memihak dalam memberi pelayanan.

“Saya sendiri dalam mendampingi bapak (wali kota) juga melihat dulu bagaimana format acaranya, acara dinas apa acara partai. Kalau ternyata ada unsur kampanye langsung saya tolak. Itu juga berlaku untuk seluruh ASN,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia