Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Bupati Jekek Patuh, Ganjar Siap Diperiksa

15 Februari 2019, 12: 47: 41 WIB | editor : Perdana

PATUH: Anggota Bawaslu Isnawati Sholihah periksa Bupati Joko Sutopo di kantor bawaslu setempat, Kamis (14/2).

PATUH: Anggota Bawaslu Isnawati Sholihah periksa Bupati Joko Sutopo di kantor bawaslu setempat, Kamis (14/2). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pemeriksaan terhadap kepala daerah yang hadir di acara deklarasi dukungan kepada calon presiden di Hotel Alila Solo, Sabtu (26/1) silam terus berlanjut. Kemarin giliran Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Jekek) memenuhi panggilan dari badan pengawas pemilu (bawaslu) setempat. Sementara di tempat terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menginisiasi acara tersebut juga menyatakan siap bila sewaktu-waktu diperiksa bawaslu. 

Jekek mengatakan, sebagai warga negara harus bersikap kooperatif dengan segala bentuk undangan atau pemanggilan klarifikasi dari bawaslu. “Kami hadir dalam rangka memberikan klarifikasi saja,” kata Jekek saat ditemui di Festival Jajan Durian Wonogiri, Kamis (14/2). 

Menurut Jekek, dalam kapasitas sebagai kepala daerah tentunya ada kewajiban yang harus ditunaikan, sedangkan dalam kapasitas sebagai organ partai juga ada kewajiban. Kewajiban sebagai kepala daerah tentunya bertanggung jawab melayani masyarakat. Tentu secara formal dinasnya Senin-Jumat. 

“Nah, selepas itu (Senin-Jumat) kita kan free. Sabtu dan Minggu kami sudah tidak ada tanggung jawab melayani masyarakat. Acara itu digelar Sabtu, kalau ditarik dari sisi pelayanan kan sudah tidak terpenuhi. Berarti kan saya hadir sebagai organ partai. Lalu yang dipertanyakan apalagi coba?,” ujar Jekek terkekeh.

Menurut Jekek, dalam klarifikasi oleh bawaslu juga dipertanyakan apakah ada fasilitasi negara. Jekek memastikan bahwa dirinya menggunakan fasilitas negara, yakni ajudan. “Sebagai pejabat negara saya mendapat fasilitas pengamanan, ajudan kan bagian dari fasilitas pengamanan. Saya tidur di hari Minggu, dijaga ajudan itu sah ya kan? Wong saya pejabat negara kok. Libur ya tetap ada, itu melekat 24 jam,” ujar Jekek. 

Komisioner Bawaslu Isnawati Sholihah mengatakan bahwa klarifikasi terhadap Jekek itu merupakan instruksi dari Bawaslu Jawa Tengah. Jekek diklarifikasi seputar kegiatan yang dilakukan bersama Ganjar Pranowo itu. Seluruh pertanyaan dijawab dengan kooperatif. 

“Secara garis besar, Joko Sutopo menjawab bahwa pada pertemuan di Solo itu lebih kepada silaturahmi dan acara konsolidasi internal dan menjaga pemilu damai,” ujarnya. 

Ganjar saat agenda ngobrol santai dengan wartawan di Shalter Manahan kemarin juga menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran dalam acara tersebut, meski yang diundang adalah 31 kepala daerah yang menjabat di lingkungan kota/kabupaten di Jateng.

 “Tapi kapasitasnya sebagai kader, bukan kepala daerah. Bahkan undangan yang saya sebar secara pribadi, umpamanya Pak Rudy, ya saya WA yang terhormat Pak Rudy (F.X Hadi Rudyatmo), bukan wali kota Surakarta, berharap untuk hadir secara pribadi, tidak diwakilkan, hari Sabtu di Hotel Alila terkait konsolidasi dan press conference penyelenggaran Pilpres 2019, demikian untuk menjadi perhatian. Semua WA-nya ditujukan nama pribadi,” urai Ganjar.

Terkait surat panggilan dari bawaslu, Ganjar mengaku sudah menerimanya. Rencananya klarifikasi Senin (18/2). Bahkan dia meminta pemeriksaan diajukan agar urusan cepat selesai.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumpulkan 31 bupati dan wali kota yang diusung PDIP secara tertutup. Dalam pertemuan selama dua jam itu mengusung agenda tunggal, yakni pemetaan wilayah untuk kemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden (pilpres) 17 April mendatang. 

Sebelumnya Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo juga diperiksa Bawaslu Kota Surakarta dalam kasus yang sama. Termasuk Wakil Bupati Purwadi juga diperiksa Bawaslu Sukoharjo. (kwl/atn/bun)

(rs/kwl/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia