Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Features

Sentuhan Teknologi di Pilkades Tanjungsari

Hasil Bisa Langsung Diakses via Smartphone

15 Februari 2019, 13: 13: 04 WIB | editor : Perdana

LEBIH MAJU: Bogy Harseno Sekdes Tanjungsari memperlihatkan website dan aplikasi yang dibuat untuk panitia pilkades

LEBIH MAJU: Bogy Harseno Sekdes Tanjungsari memperlihatkan website dan aplikasi yang dibuat untuk panitia pilkades (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, ini berbeda dengan daerah lain. Ada sentuhan teknologi modern yang memudahkan masyarakat menyalurkan aspirasinya dan mempercepat kerja panitia pemilihan. Seperti apa istimewanya?

ANGGA PURENDA, Klaten

PILKADES serentak di 270 desa tinggal sebulan lagi. Panitia pemilihan mulai disibukkan dengan berbagai tahapan yang harus dilalui. Mulai dari mematangkan daftar pemilih tetap (DPT) hingga saat ini proses pendaftaran bakal calon kepala desa. Panitia benar-benar mempersiapkan agar pesta demokrasi tersebut berlangsung sukses.

Tak terkecuali panitia Pilkades Tanjungsari. Sekretaris Desa (Sekdes) Bogy Harseno mengatakan, pihaknya sedang mematangkan aplikasi yang akan dimanfaatkan saat pencoblosan nanti. Diharapkan ini dapat memudahkan kinerja panitia pemilihan dalam melakukan rekapitulasi hingga perhitungan suara.

Kerennya lagi, terdapat website khusus pilkades yang bisa diakses warga secara luas. Termasuk warga Desa Tangjungsari yang sedang berada di kota perantauan sekalipun. Di dalamnya dapat dimanfaatkan warga untuk melakukan pengecekan  DPT hingga berbagai informasi yang berkaitan dengan pilkades.

“Sebenarnya kami termotivasi seperti Kabupaten Pemalang dalam pilkades sudah melibatkan sentuhan teknologi. Tetapi kami memulai dengan menghadirkan website dan aplikasi untuk mendukung kinerja panitia pemilihan. Ini juga lebih transparan dan menekan kecurangan,” jelas Bugy saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya, Kamis (14/2).

Website yang beralamat di http://pilkades.tanjungsari.id cukup informatif karena memperlihatkan berbagai kegiatan dari panitia pemilihan. Dari website itu pula warga mengetahui tahapan pilkades yang berlangsung hingga mengunduh berbagai aturan seperti perda, perbup hingga berkas yang berkaitan dengan pilkades.

Saat membuka website itu warga tidak akan merasa bosan karena didukung gambar yang menarik. Website dibuat tidak semata-mata untuk warga Desa Tanjungsari yang ada di rumah. Melainkan mereka yang berada di luar kota dapat mengaksesnya sehingga saat akan pencoblosan mampu mendongkrak partisipasi pemilih untuk datang ke TPS.

“Rata-rata kunjungan ke website setiap harinya cukup tinggi juga sekitar 400 orang. Total DPT Desa Tanjungsari ada 1.662 orang. Kami prediksi dengan persiapan yang kami lakukan setidaknya 1.300 orang akan datang ke TPS,” jelasnya.

Inovasi yang dilakukannya tidak hanya sebatas pembuatan website khusus pilkades tetapi bakal terintegrasi dengan aplikasi yang dibuatnya. Ada tiga aplikasi yang dikembangkan, pertama untuk mendukung pendataan pemilih yang datang ke TPS. 

Cukup memasukkan nomor undangan langsung terlihat nama dan alamat pemilih yang nantinya dipanggil secara otomatis layaknya saat sedang antre di layanan perbankan maupun instansi pemerintahan sehingga tidak diucapkan secara langsung melainkan sudah tersistem.

Aplikasi kedua yang dikembangkan untuk mengetahui siapa dan berapa orang belum mencoblos. Hal ini menjadikan panitia bisa menghubungi pemilih yang belum memberikan hak suaranya. Tentunya diharapkan mampu mendongkrak partisipasi pemilih yang datang.

“Pada aplikasi yang ketiga, nantinya untuk dapat diintegrasikan dengan website sehingga warga tahu hasil rekapitulasi pemilih yang mencoblos maupun belum. Termasuk hasil perhitungan suara dari kedua calon kepala desa juga langsung diketahui dan terpublikasikan di website,” jelasnya.

Kemampuan yang didapatkan Bogy dikarenakan saat menapaki jenjang pendidikan mempelajari ilmu komputer sehingga sudah terbiasa dengan bahasa pemograman. Termasuk pekerjaan sampingannya saat ini sering membuatkan website, selain mengabdi sebagai Sekdes Tanjungsari.

“Saya harapakan kedepannya pemkab Klaten untuk pemilihan kepala desa sudah menerapkan e-voting seperti yang diterapkan Kabupaten Pemalang. Tentunya akan lebih hemat, apalagi teknologi informasi saat ini terus berkembang,” ujarnya. (*/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia