Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo
Jelang puncak peringatan HUT ke-274 Kota Solo

Forkompimda Ziarah Ke Makam Tiga Tokoh Penting

Tidak Lupakan Jasa Pendiri Kota Solo

15 Februari 2019, 13: 56: 40 WIB | editor : Perdana

MENDOAKAN: Wakil Wali Kota Achmad Purnomo bersama unsur forkompimda berziara ke makam Ki Gede Sala.

MENDOAKAN: Wakil Wali Kota Achmad Purnomo bersama unsur forkompimda berziara ke makam Ki Gede Sala. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-274 Kota Solo, forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) melakukan ziarah ke makam tiga tokoh penting, Kamis (14/2). Hal itu dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada mereka yang berjasa pada Kota Bengawan.

Ziarah dipimpin Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Rombongan berangkat dari pendapi gede balai kota kemudian menggunakan bus menuju makam Ki Gede Sala sebagai tujuan pertama.

Makam yang terletak di Dalem Mloyosuman Baluwarti, Pasar Kliwon itu disebut-sebut sebagai tokoh pendiri Kota Solo. Dua tokoh lain yang berkontribusi dalam pendirian Kota Solo adalah Ki Ageng Henis yang dimakamkan di Laweyan dan Raden Ngabehi Yosodipuro di Pengging, Banyudono, Boyolali.

“Kita mengirimkan doa karena beliau-beliau ini, sekarang kita bisa merasakan keindahan dan kemegahan Kota Solo,” ujarnya.

Purnomo menyebut rangkaian ziarah tersebut dapat menjadi bahan pendidikan kepada masyarakat tentang sejarah Kota Solo. Dia berharap aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti ziarah mampu menjadi corong dalam menceritakan tokoh-tokoh berpengaruh dalam berdirinya Kota Solo. “Kalau tidak bisa datang berziarah, minimal dapat mendoakan,” katanya.

Terpisah, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan kebanggaannya terhadap tiga sosok yang menjadi penulis sejarah bagi Kota Solo. Rudy secara khusus membuat program ziarah tersebut sebagai kegiatan wajib sejak dia masih menjadi wakil wali kota.

“Kita ziarah ke leluhur itu bukan minta ke leluhur, tapi mendoakan. Apabila masih ada kesalahan bisa diampuni dan kita yang ditinggalkan bisa melanjutkan cita-citanya. Intinya seperti itu,” tandasnya. Rudy berharap tradisi ziarah ke makam leluhur dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya.(irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia