Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Sragen Dapat Tambahan 20 Dokter Umum

16 Februari 2019, 17: 14: 43 WIB | editor : Perdana

Sragen Dapat Tambahan 20 Dokter Umum

SRAGEN – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mendapat tambahan tenaga dokter umum. Saat ini 25 Puskesmas tidak dilayani seorang dokter saja, dengan tambahan 20 orang dokter umum ini diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan.

Penambahan tenaga dokter sebanyak 18 orang, yang didapat dari hasil perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), sedangkan dua lainnya adalah dokter mutasi dari luar daerah yang pindah ke Sragen. Para dokter baru hasil CASN tersebut bakal ditempatkan secara resmi pada April mendatang.

Kepala DKK Sragen dr. Hargiyanto menyatakan para dokter itu akan diratakan dan disebar ke semua puskesmas yang ada di Sragen, terutama puskesmas yang masih dilayani satu dokter umum saja. Adanya tambahan itu membuat rata-rata jumlah dokter yang bertugas di 25 puskesmas di 20 kecamatan sekitar  2 orang ditiap puskesmasnya.

Dia menjelaskan saat ini ada tiga puskesmas yang jumlah dokternya hanya satu orang. Dokter itu bahkan  merangkap sebagai kepala puskesmas. 

Hargiyanto menekankan untuk beban tugas para dokter di puskesmas  merata. Termasuk yang ada di daerah. Dari DKK Sragen sudah memetakan kebutuhan dokter untuk semua wilayah. “Untuk dokter di Puskesmas Miri nanti ada tiga orang, dokter bersatus ASN-nya ada dua,” tegasnya.

Berdasarkan lokasi Puskesmas Miri adalah wilayah kecamatan yang  cukup jauh dari Sragen kota. Dia menerangkan jika sesuai aturan yang ada dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), menekankan dokter yang ada di wilayah perkotaan mememiliki fasilitas rawat inap minimal untuk dua orang.

Melihat kebutuhan dan pelayanan saat ini, sejatinya dibutuhkan empat orang dokter di tiap puskesmas. Satu orang bertugas menjadi kepala puskesmas dan dokter yang lainnya bertugas bergantian. Tetapi menuju bentuk ideal cukup sulit karena terbatasnya sumber daya. ”Kalau di Sragen paling tidak butuh 100 dokter. Saat ini hanya memiliki 52 dokter, yang bertugas di 25 puskesmas dan di Dinas Kesehatan,” terangnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia