Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pemkab Pertahankan Insentif untuk GTT/PTT

Anggarkan Rp 21 Miliar dari APBD

16 Februari 2019, 17: 28: 03 WIB | editor : Perdana

MENGABDI: Peran GTT/PTT tidak bisa disepelekan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Wonogiri. 

MENGABDI: Peran GTT/PTT tidak bisa disepelekan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Wonogiri.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab memastikan tahun ini sebanyak 4.000 guru tidak tetap (GTT)/pegawai tidak tetap (PTT) masih akan menerima insentif. Yakni Rp 500 ribu per bulan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri Siswanto mengatakan, untuk memberikan insentif GTT/PTT, pemkab menganggarkan Rp 21 miliar. “Tapi, (pencairan, Red) masih menunggu bupati. Mungkin nanti bapak bupati ada evaluasi. Bisa jadi naik, bisa jadi turun," katanya, Jumat (15/2).

Pemberian insentif, lanjutnya, akan dirapel per tiga bulan. Jadi masing-masing GTT/PTT menerima sekitar Rp 1,5 juta.

Salah seorang GTT Triasmoro mengatakan, pemberian insentif tersebut dapat meningkatkan kinerja GTT/PTT. "Dengan adanya insentif, tentunya kinerja harus lebih baik. Soal mekanisme pemberian, kita sudah sepakat, melalui dinas dengan tri wulan pembayaran," terang dia.

Ditambahkannya, nominal insentif di masing-masing kabupaten/kota berbeda. Seperti di Kabupaten Semarang yang sudah mencapai lebih dari Rp 2 juta. “Saya dapat informasi dari teman di sana anggarannya (insentif GTT/PTT, Red) Rp 60 miliar,” jelasnya.

Koordinator Daerah GTT/PTT Kabupaten Wonogiri Sunthi Sari mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya pemkab memberikan insentif bagi GTT/PTT. “Kami memahami betul kondisi APBD Kabupaten Wonogiri," terang dia.

Meski begitu, GTT/PTT berharap ada kenaikan insentif secara bertahap. Paling tidak, disesuaikan dengan UMK kabupaten/kota. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia