Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Choirul Huda Tuntaskan Tugas Dulu di Perseru

17 Februari 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

WAJAH BARU: Choirul Huda (jersey putih) saat memantau potensi pemain yang tengah mengikuti seleksi Persis Solo di Stadion Sriwedari (13/2).

WAJAH BARU: Choirul Huda (jersey putih) saat memantau potensi pemain yang tengah mengikuti seleksi Persis Solo di Stadion Sriwedari (13/2). (ARYADI ARMI SYAHPUTRA/RADAR SOLO)

SETELAH delapan tahun menangani Perseru Serui, Choirul Huda, akhirnya meninggalkan klub yang membesarkan namanya itu. Kesulitan keuangan yang mendera Perseru, membuat klub berjulukan Cenderawasih Oranye itu dikabarkan mundur dari Liga 1 2019. Bahkan belakangan santer Perseru dikait-kaitkan akan merger dengan klub Liga 3 asal Sumetera,  Lampung Sakti.

”Kabarnya memang seperti itu, tim ini memang dari musim lalu sudah  kesulitan dana,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Choirul Huda saat ini sudah merapat ke Persis Solo, untuk menjadi asisten pelatih, untuk berduet dengan Agus Yuwono. Beberapa waktu lalu dirinya juga terlihat ikut memantau seleksi Persis yng dijalani dua hari di Sriwedari dan Lapangan AURI.

Menariknya, meski sudah gabung Persis, Choirul Huda masih harus menangani Perseru. Seperti diketahui, Perseru masih memiliki jadwal tampil di babak 16 besar Piala Indonesia 2018/2019 melawan PSM Makassar. 

Sayang di leg pertama di Stadion Mattoangin, Perseru kalah telak 0-9. Empat hari kemudian Perseru giliran menjamu PSM di kandang sendiri, Stadion Marora. 

”Manajemen Perseru menghubungi saya untuk kembali mengawal tim di Makassar. Namun, memang saya masih harus meminta izin lebih dulu pada manajemen Persis, yang mengawali proses seleksi. Saya saat ini sudah masuk di tim pelatih Persis,” jelas Choirul Huda.

Dia cukup binbng melihat Perseru yang kesulitan pendanaan. Jika benar harus melakukan langkah akusisi oleh klub luar Papua,  dirinya cukip menyayangkan. 

”Komunikasi saya dengan petinggi klub, sebenarnya Perseru tidak akan mundur dari Liga 1. Hanya, memang saat ini sedang dicarikan solusi agar tetap ada di kasta tertinggi,” imbuhnya. (nik)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia