Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Menanti Kokohan Benteng Sambernyawa 

Enam Bek Resmi Direkomendasikan 

18 Februari 2019, 12: 38: 32 WIB | editor : Perdana

COMEBACK: Susanto (kanan) saat masih berseragam Persis Solo di musim 2013, kala melawan PS Mojokerto Putra di Divisi Utama versi LI.

COMEBACK: Susanto (kanan) saat masih berseragam Persis Solo di musim 2013, kala melawan PS Mojokerto Putra di Divisi Utama versi LI. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo) sudha mengumumkan kerangka timnya. Ada 20 pemain yang masuk rekomdasi, besar kemungkinan komposisi inilah yang jadi skuad Persis di Liga 2 2019 musim ini.

Yang jadi pekerjaan rumah Persis, adalah mencari benteng kokoh, dan kiper yang cekatan untuk menjaga keperawanan gawangnya.

Hal ini wajib karena musim ini, Galih Sudaryono tak lagi diberi kesempatan untuk menjaga gawang Persis. Sebagai pengganti, kiper kedua musim lalu Andri Prabowo, dan kiper Madura FC Sukasto dihadirkan.

Sementara itu empat bek, yang jadi pemain kunci musim lalu juga tak lagi bergabung. Kapten tim Soni Setiawan pindah ke PSIS Semarang, sementara itu dua centerback Gufron dan Ikhwan Ciptady memutuskan berkarir di PSS Sleman. Untuk Iqbal Samad, belum ada kepastian klub mana yang diikutinya saat ini.

Di posisi  ini, tercatat sudah ada enam bek direkrut. Pemain lama yang dipertahankan adalah Oky Derry dan Dedi Tri Maulana. Kedua pemain ini musim lalu, memang tak banyak dapat kesempatan untuk jadi starter. Dedi Tri cukup potensial, mengingat eks penggawa Timnas U-19 ini masih cukup muda, dan punya potensi besar untuk jadi pemain hebat kedepannya.

Persis juga memutuskan untuk mengembalikan dua mantan penggawanya, yakni Susanto yang sempat bergabung dengan Persis di ISC-B 2016. Selain itu ada juga Andreantono Oriza yang sempat berseragam merah-merah khas Persis di musim 2017 lalu.

Dilain sisi Jodi Kustiawan yang sempat membawa Persis menjadi juara Plumbon Cup 2015 juga merapat. Untuk muka baru di posisi bek, ada nama Fajar Zainul Muttaqin. Pemain asal Karanganyar ini, musim lalu sukses membawa PSCS Cilacap menjadi runnerup Liga 3.

"Setiap lini kita harap memang bisa diisi oleh pemain-pemain yang cukup potensial. Jika memang dirasa kurang, tentu seiring berjalannya waktu pasti ada penambahan. Setelah faktor seleksi, langkah setelah ini adalah pemantapan kerangka tim," terang Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono.

Musim lalu, Persis tercatat sebagai klub dengan jumlah kebobolan paling sedikit kedua. Total 16 kali kebobolan Persis, hanya kalah dari PSS Sleman yang kebobolan 15 gol di babak penyisihan. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia