Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Setahun Ratusan Kasus, Generasi Milenial Dominasi Kecelakaan

18 Februari 2019, 20: 28: 35 WIB | editor : Perdana

FREESTYLE MOTOR: Salah satu kegiatan dalam event Glorifikasi Milenial Road Safety Festival untuk mengedukasi pentingnya tertib berlalu lintas di Simpang Siaga Boyolali, Minggu (17/2).

FREESTYLE MOTOR: Salah satu kegiatan dalam event Glorifikasi Milenial Road Safety Festival untuk mengedukasi pentingnya tertib berlalu lintas di Simpang Siaga Boyolali, Minggu (17/2). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Boyolali cukup tinggi. Dalam kurun setahun terakhir, terjadi sekitar 750 kasus. Ironisnya, kasus kecelakaan yang melibatkan generasi muda atau milenial paling mendominasi.

Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, tercatat ada 175 kasus laka lantas yang melibatkan generasi milenial dalam kurun setahun ini. Angka tersebut terbilang tinggi dan mengundang keprihatinan. Mengingat generasi muda ini masih dalam usia produktif.

Nah sejumlah faktor jadi penyebabnya. Paling disorot yakni kurangnya kesadaran dari pihak keluarga. Membiarkan buah hatinya yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), mengendarai sepeda motor. Baik untuk berangkat sekolah maupun keperluan lainnya.

Menekan tingginya angka kecelakaan yang melibatkan generasi muda, digelar Glorifikasi Milenial Road Safety Festival. Berlangsung di Simpang Siaga Boyolali, Minggu (17/2). Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan agenda car free day (CFD) di Jalan Pandanaran, Boyolali.

Event ini diisi berbagai kegiatan. Di antaranya jalan sehat, senam, safety riding, freestyle sepeda motor, dan deklarasi kesemalatan berkendara di jalan raya. ”Glorifikasi Milenial Road Safety Festival ini tentunya untuk menggelorakan keselamatan sebagai kebutuhan hidup. Terutama di kalangan generasi milenial,” papar Kusumo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Jajaran Polres Boyolali mengingatkan kepada generasi muda tentang pentingnya tertib berlalulintas. Serta menaati peraturan yang ada untuk keselamatan di jalan raya. Selain itu juga mengedukasi para orang tua dan guru di sekolahan. Ikut mensosialisasikan kepada anak didiknya agar tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah, jika belum cukup umur.

”Butuh peran serta orang tua dan guru. Kalau usianya belum 17 tahun dan belum punya SIM, jangan mengendarai sepeda motor. Bisa diantar atau ikut antarjemput. Orang tua jangan terlalu memaksakan anak-anaknya mengendarai motor kalau belum 17 tahun,” imbau Kusumo.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriyani Aer menambahkan, sasaran kegiatan ini, yakni generasi milenial usia 17-35 tahun. Dilaksanakan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi muda.

”Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar pada Januari 2019 sebanyak 12 kejadian. Februari ini Alhamdulillah nihil. Semoga tidak ada lagi generasi milenial atau pelajar yang terlibat kecelakaan. Baik sebagai pelaku maupun korban,” terang Feby. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia