Senin, 21 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Bayi Baru Lahir Langsung Tercover BPJS Kesehatan

18 Februari 2019, 21: 20: 35 WIB | editor : Perdana

PROGRAM JITU: Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo meluncurkan program Sapu Kuwat di Stadion Sriwedari.

PROGRAM JITU: Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo meluncurkan program Sapu Kuwat di Stadion Sriwedari. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemerintah Kota Solo dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Caratan Sipul dan Dinas Kesehatan bersama dengan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta meluncurkan program Sapu Kuwat yang diresmikan oleh Walikota Soli, Minggu (17/2). Program ini sebagai inovasi baru di bidang administrasi kependudukan dan kesehatan. Sapu Kuwat sendiri merupakan singkatan dari Satu Paket Urusan Kependudukan Warga Terpenuhi.

Wali Kota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo mengatakan peogram ini dikhususkan untuk bayi baru lahir dari ibu kandung yang sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dari segmen penerima bantuan iuran (PBI) domisili Kota Surakarta, nantinya akan langsung aktif menjadi peserta JKN-KIS dengan segmen PBI APBD. 

Selain dari segi jaminan kesehatan bagi bayi, ibu kandung secara administrasi langsung mendapat lima berkas.  

“Untuk masyarakat Kota Surakarta yang baru melahirkan, terutama peserta PBI melalui program Sapu Kuwat akan mendapat akta kelahiran, kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA), atau kartu JKN sementara dan buku Bolo Kuncoro secara bersama-sama,” kata Rudy kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono menjelaskan program ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Surakarta agar warga masyarakat Kota Surakarta terjamin kesehatannya.

Pencapaian kepesertaan program JKN-KIS di Kota Surakarta sendiri per tanggal 1 Februari 2019 sudah mencapai 98,32 persen dari total penduduk. Dispendukcapil dan Dinas Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Surakarta, dan seluruh kelurahan di kota ini. Apabila ada bayi yang dilahirkan dari warga Kota Surakarta, masing-masing PIC fasilitas kesehatan dan kelurahan akan menginput data bayi tersebut melalui sistem online ke Dispendukcapil.

Setelah dilakukan penginputan data, data tersebut akan langsung diverifikasi oleh Dispendukcapil dan BPJS Kesehatan untuk dicari bayi manakah yang terlahir dari peserta PBI. Setelah terverifikasi, Dispendukcapil akan melakukan pencetakan akta kelahiran, KK, dan KIA. BPJS Kesehatan akan melakukan pencetakan kartu JKN sementara. 

"Program ini adalah program yang sangat bagus. Hak dari masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan telah tercover sejak dari bayi, dan bagi keluarga si bayi sangat memudahkan dalam kepengurusan administrasi kependudukan. Untuk e-id atau kartu JKN sementara ini dalam jangka waktu tiga bulan setelah diterbitkan. Peserta harus melaporkannya ke kantor BPJS Kesehatan untuk diganti menjadi Kartu Indonesia Sehat (KIS),” pungkasnya. (gis/nik)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia