Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Polisi Siap Proses Hukum Pelaku Vandalisme

19 Februari 2019, 11: 08: 00 WIB | editor : Perdana

PEDULI: Sejumlah relawan membantu membersihkan fasilitas umum dari aksi vandalisme.

PEDULI: Sejumlah relawan membantu membersihkan fasilitas umum dari aksi vandalisme. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Aksi vandalisme di sejumlah ruang publik membuat pemkot resah. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo pun akan membuat perhitungan dengan para pelaku. Mereka bakal ditangkap dan diberi pelajaran agar jera.

Pria yang akrab disapa Rudy itu melihat salah satu bentuk vandalisme yang saat ini banyak terjadi adalah coret-coret di tembok overpass Manahan. Tidak hanya itu, dia juga memperhatikan beberapa tembok milik warga mendapat perlakuan yang sama. Menurutnya, aksi itu sangat jauh dari sikap positif sebagai warga negara.

“Siapa yang melakukan itu kita sudah tau kok. Kita punya datanya. Jadi kalau masih tetap melakukan, tinggal tangkap. Kita akan proses secara hukum,” tegasnya, Senin (18/2).

Pelaku yang telah diketahui identitasnya itu, kata Rudy, bisa saja ditangkap hari ini. Namun, pemkot tidak akan melakukan hal tersebut. Mengingat situasi politik dewasa ini sangat sensitif, dikhawatirkan penangkapan pelaku vandalisme dapat ditunggangi kepentingan lain.

“Kita akan melakukan operasi setelah pemilu. Jadi saya ingatkan sekali lagi, jangan sekali-kali mencoret-coret fasilitas umum lagi. Ada patroli rutin dari satpol PP dan dilengkapi pantauan CCTV,” katanya.

Sebagai orang nomor satu di Kota Bengawan, Rudy berharap pelaku vandalisme lekas sadar bahwa apa yang dilakukannya sangat merugikan. Aksi vandalisme juga diindikasikan sebagai embrio kegiatan radikal yang dapat merusak lingkungan. Jika dibiarkan, aksi serupa akan meluas dan dilakukan oleh lebih banyak orang maupun kelompok.

“Radikal itu kan sifatnya merusak. Mereka itu merusak aset milik negara. Nggak boleh dibiarkan. Kita harus mampu dan mau menjaga, merawat dan memiliki Kota Solo ini beserta isinya. Kalau sudah merusak itu namanya tidak cinta kota kita,” ujarnya.    

Sebelumnya Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surakarta Ari Wibowo mengatakan, kawasan overpass Manahan bakal dilengkapi dengan CCTV di beberapa sudut. Opsi lain adalah memasang pengeras suara di sekitar overpass. Saat ada pelaku vandalisme, seketika itu petugas yang melihat melalui CCTV akan menegur melalui pengeras suara.

“Selama ini ada dua pelaku yang terekam CCTV Dinas Perhubungan Surakarta. Mereka menyemprotkan cat pada rambu berbelok kek kiri dari arah Jalan Dr. Moewardi,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia