Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

84 Pasien Gangguan Jiwa Nyoblos

KPU Surakarta Tambah TPS

19 Februari 2019, 11: 28: 14 WIB | editor : Perdana

Berkreasi: Aktivitas pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainuddin Surakarta. Sebagian dari mereka akan ikut mencoblos Pemilu 17 April mendatang.

Berkreasi: Aktivitas pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainuddin Surakarta. Sebagian dari mereka akan ikut mencoblos Pemilu 17 April mendatang.

Share this      

SOLO – Daftar pemilih tambahan (DPTb) di Kota Bengawan mencapai 1.244 orang. Sebab itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta menambah dua titik tempat pemungutan suara (TPS), yakni di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainuddin Surakarta dan Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Surakarta.

Dengan penambahan dua TPS tersebut, total TPS di Kota Solo menjadi 1.734 lokasi. Jumlah petugas dan logistik pun otomatis ditambah. “Petugas nanti berasal dari masing-masing instansi tersebut. Mereka akan diberikan pengarahan melalui bimtek (bimbingan teknis, Red) tentang petugas pemungutan suara (PPS,Red),” ujar Komisioner Divisi Bidang Perencanaan Data dan Informasi KPU Surakarta Kajad Pamudji, Senin (18/2).

Berdasarkan data KPU Kota Surakarta, untuk Rutan Klas IA Surakarta, ada dua TPS, yaitu TPS 10 dan TPS 11 Kampung Baru, Pasar Kliwon. Jumlah pemilih di TPS 10 sebanyak 214 orang dan TPS 11 sebanyak 199 orang.

“Sedangkan di RSJD, kami tambah satu TPS. Menurut hasil pemeriksaan dokter, ada 84 pasien yang diperkirakan bisa memilih,” terang Kajad.

Ditambahkannya, total pemilih di Kota Solo menjadi 422.773 orang.  Dari jumlah itu, 1.043 pemilih merupakan penyandang disabilitas. Termasuk pasien RSJD yang dikategorikan sebagai penyandang tunagrahita.

Staf administrasi seksi pelayanan tahanan Rutan Klas IA Surakarta Agus Triyono mengaku telah menyiapkan sarana prasarana untuk penambahan TPS. “Informasi tersebut baru kita dapat kemarin malam (Minggu 17/2, Red). Nanti pembagiannya, TPS 10 untuk warga binaan asal Solo, dan TPS 11 untuk warga binaan dari Karanganyar, Sukoharjo, dan kabupaten/kota lain,” terangnya mewakili Kasi Pelayanan Rutan Solichin.

Menurut Agus, ada dua opsi penempatan bilik TPS. Pertama, di aula utama rutan dan disekat menjadi dua bagian. Alternatif kedua, menempatkan TPS lainnya di aula lantai dua kantor rutan setempat.

Terkait PPS rutan, akan diambilkan dari PPS saat pemilihan gubernur (pilgub) 2018. “Nama-nama mareka akan kita ajukan dulu kepada pimpinan. Setelah itu di-acc (setujui, Red) kita serahkan ke KPU untuk dikutkan bimtek,” pungkasnya. (atn/wa

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia