Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Polemik Murid HIV

Ganjar: Wong Loro kok Dibuang

19 Februari 2019, 16: 10: 58 WIB | editor : Perdana

MASIH SEMANGAT: Balita yang diasuh di asrama Yayasan Lentera.

MASIH SEMANGAT: Balita yang diasuh di asrama Yayasan Lentera. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Gubernur Ganjar Pranowo menyesalkan penolakan terhadap 14 anak dengan HIV/AIDS (ADHA) yang bersekolah di SDN Purwotomo oleh orang tua murid lainnya. Kondisi itu menandakan kurangnya edukasi tentang HIV/ADIS.

“Saya minta orang tua murid yang anaknya ditolak itu segera menghadap wali kota. Pasti tidak akan ditolak, nanti pasti diarahkan,” ujarnya belum lama ini

“Mereka ini (ADHA, Red) kan tidak perlu dijauhi, mereka harusnya ditemani. Wong loro kok dibuang,” imbuhnya.

Ganjar menduga, munculnya penolakan tersebut karena kurangnya edukasi terhadap orang tua murid tentang cara pencegahan dan penularan HIV/AIDS.

“Semua wali murid yang menolak diajak duduk bersama.Dijelaskan, apa itu HIV/AIDS, bagaimana cara penularannya, bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka dan sebagainya,” tegasnya.

Kedewasaan orang tua murid, lanjut gubernur, sangat dibutuhkan. Termasuk lingkungan, dan elemen masyarakat lainnya. Itu karena ADHA juga memiliki hak mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya.

“Biasanya kalau sudah tahu (paham cara pencegahan dan penularan HIV/AIDS, Red), mereka akan mengerti dan tidak terjadi penegasan ya pokoke mboten. Sama saja saat saya ingin mengembangkan energi terbarukan di Jateng. Masyarakat banyak yang menolak karena menganggap itu berbahaya. Hal-hal semacam ini memang harus terus dijelaskan dan diedukasi,” papar Ganjar. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia