Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Tiga Siswa SMP di Karanganyar Ciptakan Aplikasi E-EduSeks

20 Februari 2019, 12: 12: 03 WIB | editor : Perdana

PEDULI REMAJA: Baharnudin bersama Vicky Rian menunjukkan hasil kreasi mereka cegah pergaulan bebas dengan aplikasi E-EduSeks.

PEDULI REMAJA: Baharnudin bersama Vicky Rian menunjukkan hasil kreasi mereka cegah pergaulan bebas dengan aplikasi E-EduSeks. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

Berawal dari keresahan melihat pergaulan bebas di kalangan rekan-rekan sekolah seusianya, muncul ide dari tiga siswa SMP di Karanganyar ini untuk membuat sebuah aplikasi pembelajaran edukasi agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Seperti apa alat ini bekerja?

RUDI HARTONO, Karanganyar

BAGI kalangan pelajar bisa jadi belum terlalu faimiliar dengan aplikasi E-EduSeks ini. Namun, bagi siswa SMPN 1 Karanganyar, alat ini sudah tidak asing lagi. Pasalnya,  penciptanya adalah rekan mereka sendiri, yakni Muh Baharnudin dan Vicky Rian dibantu satu rekannya Farhan.

Tiga anak ini berhasil membuat aplikasi yang bertujuan untuk pembelajaran para siswa agar tidak terjatuh ke dalam pergaulan bebas. Bahkan temuan mereka berhasil menjuarai loma kreativitas dan Inovasi tingkat nasional.

“Awalnya saya melihat pergaulan teman-teman sebaya saya kok memprihatinkan. Karena itu dari pada sering membuka media sosial melalui android, saya mencoba membuat aplikasi E-EduSeks ini. Harapannya aplikasi ini bisa disimpan dan dibaca teman-teman,” terang Baharnudin, didamping temannya, Vicky Rian dan Farhan.

Ditanya konten di dalam aplikasi tersebut, Baharnudin mengungkapkan, ada banyak konten atau bacaan bisa dinikmati melalui scan barcode. Di antaranya, cara bagaimana menghindari agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Kemudian pembelajaran tentang pacaran apakah perlu atau tidak dan beberapa pembelajaran lainnya yang tentunya mengajari bagaimana pacaran yang benar.

“Kalau secara keseluruhan, dalam aplikasi ini kami ini menyarankan agar teman-teman yang mungkin belum cukup umur atau belum dewasa agar tidak berpacaran terlebih dahulu. Sebab, bisa terjerumus ke pergaulan bebas,” terangnya.

Vicky menambahkan, tidak hanya konten untuk pembelajaran atau bacaan edukasi terkait dengan seksual atau pergaulan bebas. Dalam aplikasi tersebut, mereka juga menambahkan lagu nasionalis setiap membuka sejumlah konten di dalam aplikasi tersebut.

“Ini sesuai dengan petunjuk dari pembimbing kami. Jadi saat menikmati konten di E-EduSeks, mereka bisa sambil mendengarkan lagu-lagu nasional,” kata dia.

Agar siswa tidak jenuh membaca konten edukasi tersebut, mereka juga sudah menyediakan konten untuk bermain. Dengan begitu, mereka bisa ada hiburan lain.

“Biar seimbang saja. Jadi kalau nanti jenuh untuk membaca, teman-teman bisa bermain dengan permainan yang telah kami sediakan dikonten tersebut. Jadi belajar juga bermain,” paparnya.

Pembimbing didik Asri Wiharsih menambahkan, semua aplikasi konten yang membuat adalah anak didiknya semua. Asri mengaku hanya membetulkan kata-kata dan memberikan usulan terkait dengan kalimat – kalimat yang kurang pas di aplikasi tersebut. “Iya, itu murni kreativitas mereka semua,” ujarnya. (*/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia