Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Efek Match Fixing, Was-Was Kepastian Kompetisi

26 Februari 2019, 13: 38: 47 WIB | editor : Perdana

REKRUTAN BARU: Crah Angger (kanan) saat masih berseragam Martapura FC di laga babak delapan besar Liga 2 2017 silam. Musim ini, dia resmi menjadi pemain Persis Solo.

REKRUTAN BARU: Crah Angger (kanan) saat masih berseragam Martapura FC di laga babak delapan besar Liga 2 2017 silam. Musim ini, dia resmi menjadi pemain Persis Solo.

Share this      

SOLO - PSSI tengah disorot lantaran beberapa petingginya masuk bidikan tim Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri. Mereka ditengarai jadi oknum dalam transaksi match fixing.

Gerak cepat Satgas Anti Mafia Bola menangkap sejumlah petinggi PSSI ternyata berdampak pada kepastian jadwal kompetisi digelar. Banyak klub Liga 1 maupun Liga 2 yang harap-harap cemas mennati kepastian kompetisi musim ini. Salah satunya Persis Solo yang sudah membentuk tim beberapa pekan terakhir.

"Kecemasan tentu saja pasti ada, apalagi situasi sekarang banyak petinggi PSSI ditangkap Satgas Anti Mafia Bola. Semoga saja operator kompetisi tetap menjalankan wacana kompetisi sesuai yang sebelumnya direncanakan," jelas Manajer Persis Solo Langgeng Jatmiko kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (25/2).

Kasus match fixing yang dibongkar Satgas Anti Mafia Bola terus menggelinding bak bola salju yang semakin membesar. Hingga kini, sudah ada sejumlah petinggi PSSI yang ditetapkan sebagai tersangka. Mulai dari Dwi Irianto alias Mbah Putih selaku anggota komisi disiplin (Komdis), Johar Ling Eng anggota komite eksekutif (Exco), dan Joko Driyono pelaksana tugas ketua PSSI. Satgas terus mengembangkan sejumlah kasus dugaan match fixing lainnya.

Langgeng meyakini kejadian 2015 saat kompetisi harus dihentikan dan batal digelar karena PSSI dibekukan Menpora, tidak terjadi lagi musim ini.

”Kita tetap optimistis schedule seperti yang diwacanakan, yakni Liga 1 Mei, dan Liga 2 Juli. Yang pasti kita bisa lega, jika sudah ada keputusan di KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI. Terlepas kasus match fixing yang terus diselidiki, Persis akan fokus pembentukan tim," ucapnya.

Saat ini Persis sudah memastikan tanda tangan dari beberapa kerangka tim untuk kompetisi Liga 2 2019. Nama terakhir yang muncul adalah eks bintang PSIM Jogja dan PSS Sleman, Crah Angger. Dirinya jadi pemain ke-13 Laskar Sambernyawa yang resmi direkrut.

Sebelumnya sudah ada nama Dedi Tri Maulana,  Tegar Hening Pangestu,  Sukasto Efendi,  Andri Prabowo,  Okky Derry,  Riki Nata,  Dimas Galih,  Andirantono Oriza,  Hapidin,  Susanto, M Isa hingga Ugiek Sugiarto. 

"Kita rencanakan ada 24 pemain yang direkrut, dan semoga pertengahan Maret nanti sudak lengkap pemain yang sudah deal-nya. Yang pasti negosiasi ini tak mudah, jadi butuh proses panjang untuk memastikan pemain yang direkomendasi deal atau tidak,” tandasnya. (nik/adi)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia