Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Mengenal Alun Sukowati Prihantoro, Pengusaha Muda Sukses

27 Februari 2019, 20: 30: 17 WIB | editor : Perdana

KEJA KERAS: Alun Sukowati Prihantoro dan usaha sablonnya.

KEJA KERAS: Alun Sukowati Prihantoro dan usaha sablonnya. (RYANTONO PS/RADAR SOLO)

Share this      

Keberanian Alun Sukowati Prihantoro resign dari bank berbuah manis. Dia justru memetik sukses saat berdikari. Membangun usaha konveksi dan sablon kaus.

RYANTONO P.S, Sukoharjo

WAJAH Alun Sukowati Prihantoro terlihat segar saat koran ini datang ke tempat usahanya di Jalan Rajawali No. 7 Mojotegalan, Kelurahan Joho, Sukoharjo, kemarin. Kantor tersebut saksi bisu perjuangan Alun menapaki bisnis.

”Saya optimistis dulu resign dari Bank BUMN. Lalu membangun bisnis. Banyak juga yang mencibir awalnya. Tapi tidak masalah bagi saya,” papar dia kepada Jawa Pos Radar Solo.

Niat Alun berbisnis dimulai dari pesanan kaus. Saat itu, dia belum memiliki peralatan lengkap menyablon. Jadi, dia meminta temannya membuatkan kaus dengan modal ala kadarnya. Dari sinilah dia melihat keuntungan berbisnis kaus.

Setelah itu, dia meyakinkan diri resign dari bank plat merah. Mulai membangun bisnis dengan membeli empat mesin jahit. Dia merekrut pegawai untuk menjahit kaus dan sablon. ”Awalnya memang rugi karena uang habis untuk membayar pegawai dan melengkapi alat,” bebernya.

Dalam perjalanannya, ternyata usahanya makin terjepit dan modalnya terkuras habis. Alun sempat berniat mundur dan kembali kerja di Bank. Dia akhirnya melamar kerja lagi. Nah di detik-detik tanda tangan kontra, dia pilih membatalkan.

Niatnya berbisnis ditempa kembali dan mulai perlahan mencari pelanggan. Sampai satu demi satu pelanggan datang. Dari menjahit kaus, usahanya terus berkembang. Saat ini, Alun menerima pesanan kaus oblong, sweater, jaket, polo shirt, hoodie, seragam, almamater, sablon dan bordir. ”Modal awal Rp 5 juta dan sekarang saya punya 11 karyawan,” ujarnya.

Saat ini rata-rata tiap bulan dia mendapatkan pesanan 2.000 hingga 3.000 potong kaus. Ada hal yang paling membanggakan ketika menerima order produksi kaus merchandise untuk acara televisi. Alun mengaku mendapat order pembuatan kaus jenis polo sebanyak 4.000 kaus. Nilai order tersebut juga cukup besar mencapai sekitar Rp 200 juta.

Alun juga mengaku, saat ini order yang dia terima sebagian besar datang dari komunitas-komunitas. Baik itu komunitas berbasis kampung maupun komunitas motor. ”Yang terbaru kami memproduksi untuk komunitas vespa dengan brand Scoot Day,” paparnya. (*/fer)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia