Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Dinsos Janji Cek Data KPM PKH

Yang Kaya Dibantu, Lansia Terabaikan

27 Februari 2019, 20: 45: 38 WIB | editor : Perdana

PERLU DIEVALUASI: Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi memberikan secara simbolis kartu KPM PKH.

PERLU DIEVALUASI: Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi memberikan secara simbolis kartu KPM PKH. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Warga Desa Tegalsari, Kecamatan Weru menyoroti data keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH). Sebab, ada warga yang dianggap mampu secara ekonomi, tapi masih mendapatkan bantuan.

”Jadi perbincangan hangat di desa kami. Tapi, bingung mau melapor ke mana,” jelas salah seorang warga Tegalsari yang enggan disebut namanya, Selasa (26/2). 

Ditambahkan sumber tersebut, penerima bantuan memiliki lebih dari satu kendaraan dan memiliki usaha perdagangan. Sedangkan warga lainnya yang lanjut usia (lansia) dan tidak punya pekerjaan, malah tidak mendapatkan bantuan. 

”Kami harapkan ada pencocokan data kembali di lapangan agar mereka yang mampu namun mendapatkan bantuan bisa dikoreksi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Sarmadi mengatakan, data PKH ini mengacu Basic Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik. ”Kami hanya sekedar memberikan bantuan sesuai data yang ada,” ujarnya.  

Sarmadi berjanji melakukan pengecekan jika penyaluran bantuan malah salah sasaran. “Harus segera dilakukan pencocokan data di desa kemudian dilaporkan ke dinsos,” kata dia.

Ditambahkan Sarmadi, setiap enam bulan, data KPM PKH diperbarui. Jadi, bila ditemukan penerima bantuan yang tidak layak, pihak desa dapat  menginformasikannya ke dinsos guna dilakukan penggantian sasaran bantuan.

Sekadar informasi, setiap tahun, warga penerima PKH mendapat bantuan secara rutin. Nilainya bervariasi, tergantung ada berapa kategori yang masuk KPM. Misalnya, dalam KPM ada ibu hamil, anak usia SD, SMP, SMA, dan lansia, maka nominal bantuan yang diterima lebih besar. Tapi, bila hanya ada lansia atau ibu hamil, jumlah bantuan yang diterima nilainya kecil. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia