Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Keuntungan TSTJ Meroket

01 Maret 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

JUJUKAN LIBURAN: Pengunjung mengamati satwa di TSTJ.

JUJUKAN LIBURAN: Pengunjung mengamati satwa di TSTJ. (ARYADI ARMI SYAH PUTRA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kembali membukukan keuntungan fantastis. Keuntungan bersih yang diperoleh wahana konservasi terbesar di Jawa Tengah pada 2018 senilai Rp 1,487 miliar.

Laba bersih TSTJ naik 37,51 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2017 keuntungan TSTJ tercatat 1,081 miliar. Capaian di tahun itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Bahkan laba bersih taman satwa naik 360,84 persen dari 2016.

Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan, sejak 2015, pihaknya terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung dengan melakukan revitalisasi.

“Dulu 2015 laba bersih TSTJ hanya Rp 223 juta. Perlahan kita perbaiki kinerja dan hasilnya mulai tampak. Tahun 2016 laba bersih naik 4,83 persen menjadi Rp 234 persen,” katanya, Kamis (28/2).

TSTJ juga berkontribusi menambah pendapatan asli daerah (PAD) dan pajak daerah. Itu berdasarkan pasal 4 Peraturan Daerah (Perda) Kota Surakarta Nomor 15/2017. Bimo menghitung PAD yang sudah diberikan TSTJ sejak dirinya menjabat pada 2015 hingga sekarang lebih dari Rp 757 juta. Sedangkan nilai pajak yang telah dihasilkan sebesar Rp 3.346 miliar.

“Jika ditotal sampai 2018 kemarin pajak dan PAD dari TSTJ sebesar Rp 4.103 miliar,” imbuhnya.

Dewan pengawas TSTJ Sutarto mengatakan, perumda yang berdiri sejak 1976 itu masih memiliki pekerjaan rumah untuk merevitalisasi infrastruktur kebun binatang. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia