Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Features

Kisah Hariyanto, Korban Selamat Kecelakaan Maut Minibus Masuk Jurang

02 Maret 2019, 20: 30: 39 WIB | editor : Perdana

MULAI MEMBAIK: Kondisi Hariyanto mengalami luka di bagian kepala dan tangan kanannya.

MULAI MEMBAIK: Kondisi Hariyanto mengalami luka di bagian kepala dan tangan kanannya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

Rombongan pelayat asal Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah ini merasa bersyukur setelah selamat dari kecelakaan maut ketika akan melayat ke Desa Watugajah, Kecamatan Gedongsari, Gunungkidul dua hari lalu. Seperti ceritanya?

ANGGA PURENDA, Klaten

Suara teriakan diiringi kepanikan pecah ketika minibus elf Nopol AD 8781 MD yang dinaiki warga Gumulan, Klaten tiba-tiba meluncur tak terkendali begitu sampai di tikungan Clongop, Gunung Kidul. Kendaraan yang dikemudikan Darto ini mengalami rem blong.

“Memang turunan jalan yang menikung itu begitu curam. Bahkan Pak Darto sendiri malah sempat bilang kalau rem blong karena mobil terus melaju tak terkendali. Seketika itu juga langsung menabrak pembatas jalan,” jelas salah satu korban, Hariyanto, 32, saat ditemui di kediamannya di Dusun Tlukan, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah.

Mengetahui akan terjun bebas ke jurang, Hariyanto pun langsung melindungi kepalanya dengan dua tangannya. Kebetulan dirinya duduk di bagian depan bersama sang sopir. Hal ini yang membuat dirinya mengetahui detik-detik hendak jatuh ke jurang sedalam 11 meter.

Hariyanto menjelaskan jika minibus yang ditumpanginya itu jatuh ke jurang dengan posisi bagian depan terlebih dahulu. Kendaraan juga sempat terguling setelah menabrak pada dasar jurang. Hal ini membuat dirinya mengalami luka di bagian kepala dan tangan kanannya yang harus menerima jahitan karena terkena pecahan kaca.

“Seingat saya kejadian itu berlangsung cepat. Seperti terbang. Tetapi saat meluncur itu suara teriakan dari penumpang lainnya juga terdengar. Saat jatuh itu seluruh penumpang tetap ada di dalam mobil,” jelasnya.

Dirinya menjadi korban pertama yang dievakuasi dengan ambulans untuk dilarikan ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Tetapi karena sedang penuh sempat dipindahkan ke RS Cakra Husada. Sebelum akhirnya menerima penanganan secara intensif di RSI Klaten.

Luka yang dialami Hariyanto tidak membuat menjalani rawat inap di rumah sakit. Pihaknya sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Termasuk beberapa korban lainnya yang mengalami luka-luka juga menjalani rawat jalan.

“Saya duga sang sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan saat turunan yang tajam itu. Ditambah remnya kurang pakem sehingga langsung terjun ke jurang,” jelasnya.

Peristiwa itu sempat mendapatkan perhatian di media sosial. Termasuk kabar mengenai adanya korban meninggal dunia berjumlah empat orang juga tersebar. Tetapi kabar itu dipastikan tidak benar karena tidak ada korban yang meninggal dunia.

Hal itu semakin ditegaskan, Heru, yang masih kerabat Hariyanto. Jika informasi adanya korban meninggal dunia itu tidak benar. Pasalnya, seluruh korban selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Ada lima orang yang menjalani perawatan di rumah sakit. Rata-rata mereka mengalami luka-luka di bagian kepala sehingga perlu dijahit. Termasuk ada yang mengalami patah laki dan tangan,” jelasnya.

Heru mengungkapkan, jika sebenarnya rombongam pelayat terbagi dalam empat minibus. Seluruh pelayat mencapai 30 orang termasuk dirinya. Tetapi hanya minibus yang dikemudikan Darto saja yang terjun bebas ke jurang.

Tetapi sebenarnya Heru tidak mengetahui jika minibus yang ada di depannya masuk jurang. Pasalnya, jarak antar kendaraan saling berjauhan. Baru mengetahuinya seusai berhenti di Kecamatan Wedi dan mendapatkan informasi dari salah satu ambulans yang membawa korban.

“Sebenarnya sopir itu sudah cukup mahir untuk mengendarai kendaraan. Saya duga karena kendaraan yang sudah tua buatan 1980-an. Rem yang digunakan tidak berfungsi saat berada diturunan menikung itu,” jelasnya.

Kepala Instalansi Promosi dan Humas Dr. RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, Sri Wardani memastikan tidak ada korban meninggal dunia dari kecelakaan tunggal tersebut. Saat ini rumah sakit umum pusat itu masih merawat lima korban untuk ditangani secara intensif.

“Lima korban ini mengalami luka berat yang seluruhnya dirawat di RSUP. Saat ini kondisi korban terus kita pantau. Tidak ada korban yang meninggal dunia," pungkasnya.(ren)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia