Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BBM dan Transportasi Udara Sumbang Deflasi

02 Maret 2019, 20: 46: 38 WIB | editor : Perdana

IKUT ANDIL: Warga mengisi BBM kenis Pertalite di sebuah SPBU di kawasan Solo Baru, baru-baru ini.

IKUT ANDIL: Warga mengisi BBM kenis Pertalite di sebuah SPBU di kawasan Solo Baru, baru-baru ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Prediksi terjadinya inflasi pada Februari meleset. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta menunjukkan Kota Solo justru mengalami deflasi 0,11. Dipicu turunnya harga sejumlah komoditas.

Perkembangan indeks harga konsumen (IHK) Kota Solo mengulang Februari 2016. Juga mengalami deflasi 0,11 persen. Sedangkan periode yang sama di 2017 mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dan 0,49 persen pada 2018.

Dipicu penurunan indeks harga sejumlah komoditas. Yakni kelompok bahan makanan turun 0,48 persen, sandang 0,01 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,96 persen.

”Banyak komoditas mengalami penurunan harga. Sehingga menghambat besarnya inflasi. Di antaranya angkutan udara turun harga 15 persen, telur ayam ras 10 persen, cabai rawit 21 persen, BBM 1 persen, dan daging ayam ras 3 persen,” kata Kepala BPS Kota Surakarta, R. Bagus Rahmat Susanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (1/3).

Penurunan harga tiket pesawat serta kebijakan pemerintah menurunkan harga bensin dan solar memberikan pengaruh cukup tinggi terhadap deflasi. Namun, masih ada beberapa komoditas yang harganya mengalami naik. Bawang putih terpantau naik harga 19 persen, pepaya 6 persen, servis kendaraan 4 persen, harga mobil 1 persen, serta biaya Taman Kanak-Kanak (TK) naik 7 persen.

Laju IHK Februari 2018 sebesar 0,29 persen, sedangkan laju IHK year on year (Februari 2019 terhadap Februari 2018) sebesar 1,68 persen. Dari 6 kota di Jawa Tengah, Februari ini tercatat mengalami deflasi secara keseluruhan. Meski deflasi, Kota Solo tercatat lebih rendah dari Kota Semarang yang mengalami deflasi 0,37 persen.

Kepala Bidang Analisa Harga Bulog Subdivre III Surakarta, Doni Kuswardono menyampaikan. selain stok beras aman, gula juga demikian. Harga gula masih di bawah harga eceran tertinggi (HET), Rp 12.500 per kilogram.

”Stok gula pasir masih aman hingga Mei. Meskipun pabrik gula sedang tidak melakukan produksi dan permintaan masih tinggi. Kami tetap bisa memenuhi. Sebab di bulan puasa nanti Bulog hanya menjual pada kelas industri rumah tangga selain dijual di pasaran. Sehingga tidak usah takut kehabisan stok gula pasir,” tandas Doni. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia