Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Waspadai Ternak Sapi Penyakitan

Dari 100 Sampel, Dua Ekor Kena Penyakit

02 Maret 2019, 21: 18: 03 WIB | editor : Perdana

PENCEGAHAN: Petugas dari Disnakan Sragen melakukan penyuntikan terhadap ternak sapi untuk menghindari serangan penyakit.

PENCEGAHAN: Petugas dari Disnakan Sragen melakukan penyuntikan terhadap ternak sapi untuk menghindari serangan penyakit. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Penanganan ternak sapi memang perlu perhatian khusus. Lantaran ternak sapi rentan terhadap sejumlah penyakit. Setidaknya dari 100 ekor sampel yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sragen ada sekitar dua ekor sapi terserang berbagai macam penyakit.

Karena itu, dalam kegiatan bhakti peternakan Provinsi Jawa Tengah 2019 ada sekitar 400 sapi mendapat perawatan dan pengobatan di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Jumat (1/3). Meski kondisi ternak sapi di Sragen cukup sehat, bukan berarti langkah pencegahan tak perlu dilakukan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen Aris Wardono menyampaikan, penyakit ternak yang ada di Sragen seperti masuk angin dan cacing pada pencernaan. Dia menjelaskan berdasarkan sampel yang dilakukan dari 100 sapi, ada dua yang positif diserang penyakit cacing. “Dampak cacing akan menyerang pencernaan sapi, namun tak sampai mati,” terang Aris, kemarin.

Ditambahkan Aris, saat ini populasi sapi di Sragen ada sekitar 90 ribu yang tersebar di 20 kecamatan. Guna mendorong peningkatan populasi sapi, pihaknya menjalankan Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) di Sragen.

Menurut Aris hingga saat ini yang perlu diwaspadai yakni masalah Anthrax. Pihaknya mengaku sempat ada sapi terserang Anthrax beberapa tahun lalu. Namun dalam tiga tahun terakhir tak ada laporan serangan Anthrax. “Dalam tiga tahun terakhir tak ada kasus Anthrax. Kasus yang besar itu muncul pada sekitar 2011/2012 dan terjadi di wilayah Kecamatan Miri dan Tanon,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Lalu Muhammad Safriyadi menjelaskan, dalam kegiatan tersebut juga digelar pengobatan sapi dan kambing. Salah satu penyakit ternak yang dikhawatirkan di Kabupaten Sragen yakni penyakit cacing dan penyakit kulit ternak.

Dijelaskan Safriyadi, terkait Anthrax jumlah kasus di Jateng tak banyak. Sebagai upaya pencegahan yang harus diperhatikan yakni soal kualitas pakan dan kebersihan kandang. ”Kasus Anthrax memang ada, tapi sedikit dan langsung bisa diatasi,” ungkapnya. (din/edy)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia