Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Longsor Dominasi Bencana di Jateng 

05 Maret 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Longsor Dominasi Bencana di Jateng 

SOLO – Bencana masih menjadi ancaman serius bagi sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah. Terbukti selama dua bulan terakhir ini, sudah terjadi 391 bencana alam. Terutama didominasi tanah longsor.

Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Jateng Gembong Purwanto Nugroho menuturkan, 391 kasus bencana alam ini terjadi selama Januari-Februari ini. Rinciannya, tanah longsor 159 kejadian, angin puting beliung 152 kejadian, kebakaran 25 kejadian, dan banjir 55 kejadian. Sedangkan untuk tiga bencana alam lain belum ada.

“Di Jateng ada tujuh jenis ancaman bencana, yakni angin puting beliung, tanah longsor, banjir, kebakaran, gempa bumi, erupsi Gunung Merapi, dan ombak besar,”  katanya.

Akibat bencana tersebut, kerugian material yang dialami 61 rumah rusak berat, 114 rusak sedang, sedangkan 704 rumah rusak ringan. Apabila di kurs dalam uang, kerugian yang dialami masyarakat ditafsir sekitar Rp 4 juta lebih. Untuk rumah paling banyak diterpa angin kencang dan puting beliung.

Disinggung soal korban meninggal, Gembong mengatakan, kasus korban meninggal dunia akibat bencana angin puting beliung terjadi di Wonogiri pada awal Februari. Akibat kejadian itu satu orang lansia meninggal. Kemudian dua orang meninggal akibat tanah longsor di eks Karesidenan Banyumas.

“Untuk kita saat ini masih melakukan pemantauan terhadap potensi tanah longsor. Paling rawan adalah daerah Magelang karena BPBD mendeteksi adanya retakan tanah yang dapat mengancam permukiman,” kata dia.

BPBD Jateng, lanjut dia, belum mencabut status kesiapsiagaan bencana meskipun intensitas curah hujan di sejumlah kota/kabupaten di Jateng mulai menurun. Bencana angin puting beliung juga patut diwaspadai warga Jateng. Bencana ini kerap terjadi akibat cuaca ekstrem. 

“Kami imbau warga agar berhati-hati terutama saat cuaca panas tiba-tiba mendung biasanya muncul angin ribut,” ujar dia. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia