Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Produk Jateng Bisa Jualan di Bandara Ahmad Yani

07 Maret 2019, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

BERKUALITAS: Gubernur Ganjar Pranowo di Galeri UKM Jateng Bandara Jenderal Ahmad Yani, Selasa (5/3). 

BERKUALITAS: Gubernur Ganjar Pranowo di Galeri UKM Jateng Bandara Jenderal Ahmad Yani, Selasa (5/3).  (NUR CHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Share this      

USAHA Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendongkrak sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) patut diacungi jempol. Kali ini, sebanyak 72 bisnis UMKM  dengan 768 produk dan 8.000 pcs barang meliputi  produk fashion ready to  wear, kain, handycrfat, aksesoris sampai dengan dolanan anak tradisional diberikan ruang untuk berjualan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, jika pelaku UMKM sengaja diberikan ruang secara gratis dengan harapan  sebagai kepedulian dan kontribusi Pemprov Jateng. Pelaku UMKM sendiri bisa memajang barang yang dibuat secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Galeri ini dikhususkan untuk usaha mikro dan kecil bagian dari kontribusi pemprov untuk pelaku UMKM, mereka tidak bayar, semua difasilitasi oleh pemerintah,” kata Ganjar usai meresmikan geleri UMKM dan VIP Room Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (5/3) siang.

Pembangunan bandara dan kemajuan Kota Semarang sendiri juga membuat Jawa Tengah maju. Adanya spot selfie Presiden Joko Widodo naik sepeda, galeri UMKM serta spot swafoto gambar Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menuangkan kopi ke cangkir blirik yang bisa dipegang pengunjung, diharapkan bisa menyenangkan pengunjung dan pengguna tranportasi udara.

 “Saya harap adanya galeri UMKM bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Bukan hanya menjual produk UMKM, namun juga memberikan informasi di mana pembuatan kerajinan , dan informasi lainnya agar pembeli lebih mengenal potensi unggulan UMKM Jateng,”ucapnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menambahkan, jika pembangunan galeri UMKM berasal dari dukungan APBD Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, mitra UMKM juga tidak dibebani biaya sewa sepeser pun. “Hasil UMKM  yang ditampilkan di sini betul-betul qualified. Kecil tapi mendunia, sehingga nilainya sangat tinggi,” jelasnya.

Dalam galeri UMKM , lanjut Sri Puryono, dibagi menjadi lima zona, yaitu zona fashion, zona aksesoris /handycraft, zona packaging food, zona food and beverage, dan zona activity. Juga photobooth mock up gubernur dan wakil gubernur di depan galeri disediakan untuk pengunjung bandara yang ingin  berswafoto dengan pemimpin Jateng. ”Nanti mock up temanya akan berganti-gantanti, saat ini  barista,  besok bisa jadi sate blora, vlogger dan sugeng rawuh,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, galeri UMKM menempati lahan selas 115 meter persegi. Selain menjajakan produk unggulan berupa makanan dan minuman khas Jateng serta produk kerajinan dan pakaian lainnya. Selain itu, juga dilakukan pula sejumlah kegiatan seperti demo meracik kopi dan sebagainya. “Kita ingin memperkenalkan produk UKM kepada seluruh pengunjung bandara,” ucapnya.

Menurut Ema, pengguna transportasi udara yang tiba di Semarang bukan hanya orang lokal, tapi juga warga mancanegara. Sehingga adanya galeri UMKM ini merupakan sarana yang tepat untuk mengenalkan produk UMKM di Jateng kepada khalayak luas. “Para pengunjung bisa tahu di Jawa Tengah ada produk UMKM  andalan. Untuk tahap awal, galeri UMKM di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani menggandeng 40 mitra binaan Dinkop UMKM Jateng,” katanya. (den/kom/aro/JPG/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia