Senin, 21 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Bursa Transfer Liga 2 2019,Gila-Gilaan Demi Tiket Promosi

07 Maret 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

HENGKANG: Rudiyana (jersey merah) saat masih menjadi pemain kunci Persis Solo 2017 silam.

HENGKANG: Rudiyana (jersey merah) saat masih menjadi pemain kunci Persis Solo 2017 silam.

Share this      

SOLO – Lini serang jadi sebuah komposisi yang paling utama diisi oleh para pemain pilihan terbaik. Tak Salah banyak klub rela menggelontorkan uang yang tak sedikit untuk mendatangkan para pemain impiannya.

Khusus untuk Liga 2, klub yang terlihat paling serius untuk membangun tim terbaiknya adalah Bogor FC. Klub yang baru promosi dari Liga 3 tersebut, bahkan bisa dibilang gila-gilaan. Banyak pemain PSS Sleman dihadirkan. Mulai dari Hisyam Tolle, Ichsan Pratama, Teddy Berlian, Hendika Arga Permana, Aditya Putra Dewa, hingga Rosi Noprihanis. Bahkan pemain naturalisasi Cristian Gonzales juga dikabarkan siap bergabung dengan Bogor FC musim ini. 

Untuk urusan lini serang, selain Rosi, Bogor FC juga sudah memastikan merekrut dua nama tenar lainnya. Mulai dari mantan bintang Persis, Rudiyana, hingga top skor Persiraja Banda Aceh musim lalu, Vivi Asrizal. ”Target utama saya tentu ingin membawa tim Bogor FC promosi, kalau untuk top skor, mungkin itu hanya sebatas bonus kalau akhirnya bisa meraihnya,” terang Rudiyana.

Beberapa pemain memang mengakui bahwa beberapa klub cukup aktif di bursa transfer pemain. Penawaran nilai kontrak besar ditawarkan demi bisa mendapatkan tanda tangan pemain yang diincar tim tersebut. 

”Persita (Tangerang) berani bayar saya sangat besar, angkanya lebih besar dari apa yang saya dapat di (Persis) Solo. Nominal penawarannya sama dengan yang ditawarkan Persiraja. Dari sisi fasilitas, Persiraja memperbolehkan saya membawa seluruh keluarga besar saya tinggal di Aceh dan akan disediakan rumah dan kendaraan, kalau Persita mes pemainnya di appartemen. Beberapa tim memang menawarkan nilai kontrak besar dan fasilitas mewah yang membuat pemain terpikat untuk bergabung,” terang Azka Fauzi yang akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Persita musim ini.

Nilai kontrak besar memang jadi sebuah hal lumrah bagi beberapa pemain yang memiliki nama besar. Mantan bomber Persis Solo Tri Handoko dan Johan Yoga ternyata merapat ke klub PSMS Medan. 

Jaraknya memang cukup jauh dari Kota Solo, namun karena tim tersebut cukup serius untuk meminta mereka bergabung, akhirnya jarak jadi sebuah hal yang dikesampingkan.

”Saat negosiasi kontrak, saya memang meminta harganya lebih besar ketimbang yang saya dapatkan di Solo. Ini wajar, karena tempat asal saya dan markas PSMS memang cukup jauh. Kebetulan bos PSMS mengiyakan tawaran saya,” tuturnya.

Di luar nilai gaji yang besar, sejatinya dukungan suporter di sebuah tim ikut jadi nilai poin seorang pemain untuk bergabung dengan klub tersebut. Selain itu sejarah panjang klub yang melirik mereka juga bisa jadi salah satu rujukan utama pemain tersebut mau mengiyakan penawaran manajemen klub yang akan meminangnya.

”Bergabung dengan Persis tentu jadi sebuah kebanggaan bagi saya. Saya tentu siap untuk memberikan yang terbaik di lapangan. Saya sudah cukup lama dikontak coach Agus Yuwono untuk gabung Persis, akhirnya setelah Kalteng Putra membubarkan tim (usai Liga 2 2018), saya putuskan menuju Solo,” terang Ugiek Sugiarto, striker baru Persis Solo.

Persis Solo sendiri mengakui mucim ini membutuhkan dana sekitar Rp 9 miliar, untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2019. Untuk saat ini 15 pemain resmi direkrut Persis Solo, dan rencananya 8 pemain tengah dalam status negosiasi. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia