Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Tersangka Pungli Prona Masih Digaji

07 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Perdana

SEGERA SIDANG: Aparat memproses berkas para tersangka pungutan liar Prona.

SEGERA SIDANG: Aparat memproses berkas para tersangka pungutan liar Prona. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Tiga oknum aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) program proyek operasi nasional agraria (Prona) 2016 masih menerima gaji. Jumlahnya, 50 persen dari gaji pokok.

"Jadi tunjangan-tunjangan sudah tidak menerima," terang Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri Suharno, Rabu (6/3).

Saat ini, pemkab masih menunggu kasus tersebut berkekuatan hukum tetap. Setelah itu, pemkab baru bisa memutuskan sanksi untuk ketiga oknum PNS tersebut. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri Dody Budi Kelana melalui Kasi Pidsus Ismu Armando mengatakan, berkas tiga tersangka sudah rampung disusun dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. 

Para tersangka bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 11 dan 12 huruf b.

Diberitakan sebelumnya, tiga tersangka yakni mantan Camat Tirtomoyo Joko Prihartanto, mantan Sekcam Tirtomoyo Widodo dan staf Kecamatan Tirtomoyo Nur Cholis telah dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri. Uang senilai lebih dari Rp 350 juta dan beberapa dokumen diamankan sebagai barang bukti.

Kasus ini berawal dari penyidikan kepolisian atas dugaan pungli pada pengurusan Prona 2016 di Kecamatan Tirtomoyo. Para tersangka menarik biaya Prona 2016 kepada 2.411 pemohon secara tidak wajar. 

Kala itu, pemerintah masih memperbolehkan pungutan dalam batas wajar untuk pembelian materai, pembuatan patok, dan biaya pengukuran sekitar Rp 300 ribu. Namun, sebanyak 2.411 pemohon Prona 2016 di Kecamatan Tirtomoyo ditarik biaya Rp 750 ribu.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, proses hukum itu konsekuensi logis dan bentuk pertanggungjawaban kewenangan dari para tersangka, serta menjadi pembelajaran bagi semua ASN di Wonogiri. (kwl/wa

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia