Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Features
Kisah Dramatis Penyelamatan Pasien Puskesmas

Evakuasi Dini Hari, Pasien Diangkut dengan Traktor 

08 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Perdana

DRAMATIS: Petugas piket sedang berjaga di Puskesmas Cawas I Klaten di tengah genangan banjir luapan Sungai Dengkeng, kemarin.

DRAMATIS: Petugas piket sedang berjaga di Puskesmas Cawas I Klaten di tengah genangan banjir luapan Sungai Dengkeng, kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

LUAPAN Sungai Dengkeng juga merambah Puskesmas Cawas I. Genangan air sempat mencapai 40 centimeter. Lantas bagaimana kondisi puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap itu?

ANGGA PURENDA, Klaten

WAKTU sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, tetapi air yang menggenangi jalan raya Cawas belum ada tanda-tanda akan surut. Padahal, di sepanjang jalan tersebut ada sejumlah perkantoran hingga layanan kesehatan. Salah satunya Puskesmas Cawas I. Rata-rata ketinggian air mencapai 40 cm sehingga sempat mengganggu akses jalan bagi masyarakat yang akan melintas di jalur tersebut.

Kondisi banjir sejak semalam praktis melumpuhkan layanan di Puskesmas Cawas I. Masyarakat tidak bisa berobat karena akses menuju puskesmas cukup sulit. Tak jarang warga mengendarai kendaraan roda dua nekat menerobos banjir dan akibatnya motor macet di tengah jalan.

Luapan air Sungai Dengkeng itu memang masuk ke halaman dan gedung Puskesmas Cawas I. Padahal di dalamnya terdapat delapan orang yang sedang menjalani rawat inap. Pasien pun sempat dievakuasi ke lokasi lebih aman untuk menghindari air yang memiliki arus cukup deras tersebut.

Kamis dini hari, berkat pertolongan dari anggota Polri dan TNI, akhirnya para pasien berhasil di evakuasi dari kepungan air. Menariknya, evakuasi dilakukan tidak dengan menggunakan perahu karet, melainkan traktor yang berukuran jumbo beroda empat.

Pilihan penggunaan traktor dikarenakan mobil ambulan tidak memungkinkan untuk menerjang banjir di sekitar puskesmas yang masih tinggi. Hal ini membuat satu persatu pasien rawat inap berhasil diselamatkan ke lokasi yang aman.

“Total pasien rawat inap sebenarnya ada delapan orang. Tetapi setelah kami periksa, empat orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah semakin membaik. Sedangkan empat pasien lainnya kami rujuk ke rumah sakit dan puskesmas lainnya,” ujar Kepala Puskesmas Cawas I, Susana Harini saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di Kantor Kecamatan Cawas.

Empat pasien yang dilakukan evakuasi itu transit terlebih dahulu ke rumah salah satu dokter yang tidak jauh dari puskesmas. Kebetulan tidak terkena dampak banjir dari luapan Sungai Dengkeng tersebut. Mereka lantas dijemput dengan mobil ambulan untuk dibawa ke rujukan yang telah disiapkan.

Susana mengungkapkan jika dua pasien di rujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras milik pemerintah daerah. Sedangkan satu pasien di rujuk ke Puskesmas Trucuk I dengan sakit diare tetapi kondisinya semakin membaik. Satu pasien lainnya dirujuk ke Puskesmas Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.

Adanya luapan air Sungai Dengkeng menjadikan ruang rawat inap tidak memungkinkan digunakan. Maka itu dirinya memilih untuk merujuk empat pasien ke layanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan penanganan secara intensif. Termasuk sementara waktu tidak menerima pasien terlebih dahulu dengan kondisi banjir seperti itu.

Saat Jawa Pos Radar Solo datang ke sana memang kondisi puskesmas sangat sepi dengan seluruh ruangannya terendam air. Hanya tampak beberapa orang saja yang sedang sibuk menata sejumlah dokumen ke tempat tinggi. Harapannya jika terjadi banjir susulan yang sewaktu-waktu datang tidak membuat rusak dokumen penting tersebut rusak.

Termasuk beberapa peralatan medis juga diamankan dari genangan air yang sudah merendam puskesmas semalaman. Salah satunya lemari pendingin untuk menyimpan vaksi yang berada di KB dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi. Tetapi air mulai terus berangsur-angsur surut pada sekitar pukul 13.00 WIB sehingga jalan tepat di depan puskesmas sudah bisa diakses kembali. (*/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia