Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pasar Legi dan Klewer Timur Berkejaran

10 Maret 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PR BESAR: Pasar Legi (kanan) yang DED-nya bakal dirampungkan Juli mendatang.  Revitalisasi Pasar Klewer sisi timur juga mendesak dirampungkan.

PR BESAR: Pasar Legi (kanan) yang DED-nya bakal dirampungkan Juli mendatang.  Revitalisasi Pasar Klewer sisi timur juga mendesak dirampungkan. (ARYADI ARMI SYAH PUTRA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot masih memiliki pekerjaan rumah merevitalisasi Pasar Legi dan Pasar Klewer sisi timur. Untuk Pasar Legi, penyusunan detail engineering design (DED) ditarget rampung Juli mendatang. Dokumen itu bakal dijadikan dasar pengajuan anggaran kepada pemerintah pusat.

“Saat ini sedang dilelang pembuatan DED-nya. Sebetulnya kami sudah menyiapkan lelang DED itu November-Desember tahun lalu. Tapi, karena server layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) rusak, baru bisa ditayangkan sekarang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo belum lama ini.

Laman LPSE Surakarta menunjukkan penyusunan DED Pasar Legi yang didanai APBD 2019 sekitar Rp 474 juta itu memasuki tahap evaluasi dokumen kualifikasi. Seluruh proses tender dijadwalkan selesai pertengahan April.

Pengerjaannya diharapkan bisa selesai Juni, sehingga bulan berikutnya DED sudah siap dan bisa diserahkan kepada pemerintah pusat. Menurut Subagiyo, DED revitalisasi Pasar Legi diharapkan bisa memuluskan pendanaan program pembangunan kembali pasar tersebut.

“Kami sepenuhnya mengandalkan dana APBN untuk membangun ulang Pasar Legi. Diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 177 miliar,” terangnya.

Berdasarkan rancangan awal, pasar yang terbakar 29 Oktober 2018 itu akan dibangun ulang dengan struktur bertingkat. Lantai basement disiapkan sebagai area parkir, lantai semibasement bakal dikhususkan bagi los pedagang, adapun lantai satu akan diperuntukkan bagi kios-kios.

“Masa pengerjaan kemungkinan membutuhkan waktu sekitar 360 hari. Butuh waktu agak lama karena Pasar Legi akan dibangun secara total,” katanya.

Pemkot, imbuh Subagiyo, juga sudah menyerahkan desain awal bangunan Pasar Legi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), sebagai bagian dari koordinasi revitalisasi pasar tersebut. Desain awal itu juga diklaim telah mengakomodasi konsep pasar hijau yang dikembangkan Kemenpupera.

"Bangunannya ramah lingkungan, ramah difabel dan ramah energi. Jadi tidak pakai lift, ekskalator, terang pada siang hari, serta tidak pakai AC (pendingin udara)," katanya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo yakin, pemkot bakal menyelesaikan Pasar Legi dan Pasar Klewer timur tepat waktu. Proses administrasi di beberapa kementerian membuat proses pembangunen dua pasar tersebut sedikit tersendat. 

Sebelumnya Sementara itu pembangunan Pasar Klewer Timur tengah melengkapi berkas lelang. Selanjutnya pemkot tinggal menanti  kepastian pelaksanaan tender proyek tersebut, dari pemerintah pusat.

“Kami sudah ke Jakarta untuk mengikuti verifikasi lanjutan atas berkas lelang di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Kemarin sudah dikoreksi revisi terkait struktur-struktur bangunan, gambar-gambar, dan sudah dilengkapi semua persyaratan yang diminta kementerian. Lalu semuanya sudah diserahkan dan ditandatangani bersama (Pemkot dan Kemenpupera),” kata Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo.

Sebelumnya, DED revitalisasi Pasar Klewer sisi timur harus direvisi pemkot lantaran Kemenpupera mensyaratkan proyek tersebut mengakomodasi konsep pasar hijau. Konsep pasar hijau itu adalah pasar ramah lingkungan yang mampu menekan konsumsi listrik dan menyediakan ruang terbuka hijau.

 “Informasinya lelang masih harus menunggu penerbitan peraturan presiden (perpres). Kemungkinan diselenggarakan sekitar Maret atau April. Namun harapan kami lelang tetap dilaksanakan secepatnya,” jelas Rudy. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia