Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sebulan Bekuk 22 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Tak Jera Dua Kali Dipenjara

10 Maret 2019, 10: 40: 59 WIB | editor : Perdana

TANPA KOMPROMI: Kapolresta Surakarta Kombespol Ribut Hari Wibowo (tengah) tunjukkan barang bukti narkoba di mapolresta setempat.

TANPA KOMPROMI: Kapolresta Surakarta Kombespol Ribut Hari Wibowo (tengah) tunjukkan barang bukti narkoba di mapolresta setempat. (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Mungkin ini yang membuat narkoba sulit diberantas. Para pelaku penyalahgunaan barang haram itu tidak kapok meskipun telah dua kali dijebloskan ke bui. Dalihnya beragam. 

Seperti diungkapkan Nanang Setiawan. Bukan kali ini saja dia berurusan dengan narkoba. Sejak lima tahun lalu, dirinya sudah menjadi kurir sabu-sabu. Selama itu pula, dia dua kali masuk penjara. Tapi, Nanang tidak jera.

“Tadinya cuma pengguna. Lama-lama saya dihasut, mau tidak jadi kurir,” ujarnya kemarin (9/3). Upah besar membuat rasa takut pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini hilang. Sekali antar barang, dia bisa diupah Rp 500 ribu. Plus bonus sabu-sabu. 

Sepak terjang Nanang sudah diintai polisi. Pada 2016, dia ditangkap untuk kali pertama. Vonisnya sembilan bulan penjara. Bisa insaf? Kata itu rupanya sudah hilang dari kamus Nanang. Dia kembali ditangkap dalam kasus yang sama dan dipidana 31 bulan. Setelah bebas, Nanang mengulangi perbuatannya dan dipenjara untuk kali ketiga.

Dalam sebulan, bapak dua anak ini bisa mengantarkan paket narkoba lima sampai sepuluh kali. Barang haram itu akan diletakkan di tempat tertentu sesuai perjanjian via pesan singkat. 

“Uang dari pembeli langsung transfer ke orang di atas saya (bandar). Setelah barang diambil, baru saya beri kabar ke orang di atas saya itu. Baru saya dapat upah,” jelasnya

Untuk berat sabu-sabu yang dikirimnya, Nanang tidak mengetahuinya, Sebab, sudah dikemas dalam bentuk paket. Dia hanya meletakkan di lokasi “rahasia”. 

“Sebenarnya saya mau lepas dari lingkaran kurir ini. Tapi, tidak mudah. Saya terus dihasut. Upah mau ditambah. Apalagi saya cuma ikut pemborong (buruh proyek, Red), penghasilannya tidak pasti. Padahal punya istri dan anak,” ujar dia.

Kapolresta Surakarta Kombespol Ribut Hari Wibowo menerangkan, selain Nanang, ada dua residivis narkoba yang ditangkap, yakni Eksandi alias Eksan dan Deny Susanto. Total pelaku penyalahgunaan narkoba yang diringkus selama sebulan terakhir mencapai 22 orang. 

Belasan pelaku lainnya antara lain Ateng Supardi, Rino Kustanto, Aditya Wahyu, Fajar Haryadi, Muhammad Rochmin, Anton Setyawan,Hence Hengky, Diki Mahendra, Ahmad Widiyanto, Satria Agus Utomo, Ari Nugroho, Bambang Jellu, Denny Marten, Dodi Suhartanto, Prasetya Jaka, Suryadi, Setyo Budi, Apri Yanti, dan Herdiyanto.

“Mereka berbeda jaringan. Terdiri dari kurir dan pengguna. Barang bukti yang disita sabu-sabu seberat 1,72 ons, 18,5 butir pil inex, serta 1,83 gram ganja kering,” tutur Ribut.

Para pelaku akan dijerat Undang-Undang Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Kita tidak pandang bulu. Siapa pun yang terlibat narkoba, akan kita tindak tegas,” tandas kapolresta. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia