Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Tetap Nyentrik Dengan Motor Klasik

10 Maret 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Tetap Nyentrik Dengan Motor Klasik

BICARA soal tren otomotif memang tidak ada matinya. Nah, bagi pecinta motor classic custom, ada satu komunitas di Kota Bengawan yang bisa menjadi referensi. Solo Custum Bike (SCB).

Komunitas ini terbentuk sejak 2015 silam. Berawal dari seringnya sesama pecinta motor classic custom berkumpul untuk saling bertukar ilmu. JBL Custom adalah bengkel motor yang menjadi tempat jujugan mereka. Basecamp tersebut berlokasi di kawasan Kampung Sewu, Jebres.

"Tren motor classic dari tahun ke tahun semakin ramai ya. Terlebih mulai 2014 sampai sekarang. Engga cuma di Kota Solo saja, tapi juga di area Solo dan sekitarnya. Antusias masyarakat terhadap motor classic juga semakin tinggi," beber Founder SCB, Bonifasius Wisanggeni kepada Jawa Pos Radar Solo Kamis (7/2).

Melihat animo yang besar terhadap motor classic custom, Boni -sapaan akrabnya- ingin para pencinta motor ini berkumpul dalam satu wadah yang memiliki passion yang sama. Lalu terbentuklah SCB. Benar saja, tidak perlu susah-susah menggaet member. Boni banyak mendapat kenalan baru sesama pecinta motor klasik setelah komunitas buatannya terbentuk.

"Banyak dari dikenalin teman. Ada yang ketemu di acara-acara kemudian mereka berminat untuk gabung. Ada juga yang kontak saya langsung lewat media sosial. Dulu masih via facebook. Belum ramai Instagram. Itu berlangsung sampai sekarang," ungkapnya.

Tidak ada syarat khusus untuk menjadi member SCB. Cukup punya satu motor custom atau retro saja. Selebihnya, Boni menyebut komunitas ini welcome terhadap siapa saja yang ingin bergabung.

"Kami lebih seperti keluarga ya. Bukan semacam klub atau geng motor. Dan prinpsipnya tetap motor classic custom atau modifikasi yang berbau retro," sambungnya.

Sampai saat ini, SCB memiliki sekitar 20-30 member aktif. Mayoritas dari mereka datang melalui member yang sudah terlebih dahulu join. Sehingga Boni dan member lainnya tidak perlu lagi mencari member untuk diajak bergabung karena sudah banyak calon member yang datang sendiri.

"Member memang keluar masuk. Meskipun turn over-nya tidak terlalu tinggi. Beberapa member ada yang pindah kerja atau motornya dijual. Mereka jadi kurang aktif. Tapi selalu ada member baru yang join. Semacam ada rotasi member gitu," tandasnya.

Salah satu member SCB, Oktavianto mengaku tertarik motor classic custom karena bentuk fisiknya yang unik. Terlebih tidak semua orang bisa memiliki sparepart yang dibutuhkan. Selain itu, pehobi motor custom bisa merubah volume mesin sesuai keinginan.

”Berburu sparepart yang hanya dimiliki sesama pecinta motor classic custom jadi salah satu kepuasan tersendiri. Terkadang bahan custom malah bisa dibuat sendiri. Misalnya tangki bahan bakar dan spakbor yang bisa dibuat dari plat galvanis. Kerangka motor juga bisa dibuat dari pipa besi dengan ketebalan tertentu,” tandas pemuda asal Kartasura, Sukoharjo itu.

Menurut member lainnya, Ade Govinda, SCB bukan sekadar komunitas. Lebih dari itu, ia menganggap SCB sebagai keluarga yang sama-sama pecinta motor classic dan custom.

"Selama bergabung dengan SCB banyak mendapatkan teman dan saudara yang berbeda karakter. Jadi menambah pengalaman, bisnis dan banyak hal lainnya," katanya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia