Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Features

Mengenal Founder SCB, Bonifasius Wisanggeni 

Warisi Hobi Sang Ayah

10 Maret 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Mengenal Founder SCB, Bonifasius Wisanggeni 

Lahir dan tumbuh di keluarga pecinta motor classic membuat Bonifasius Wisanggeni kecil sangat akrab dengan motor-motor tua. Maklum, sang ayah adalah pecinta motor classic Eropa. Tak heran kecintaan tersebut kini diwarisinya.

"Sampai sekarang ayah masih suka sama motor. Sekarang malah bisa diskusi banyak hal sama saya. Motor klasik pertama saya Honda CB125 tahun 1975. Itu saya dibelikan pada 2011 silam," kata Boni.

Boni tak ingin jatuh cinta terhadap motor tua sendirian. Ia merasa butuh partner untuk sharing atau sekadar membahas hal-hal kecil tentang motor classic. Baginya, membicarakan motor classic tidak akan pernah ada habisnya. Itulah alasan Boni membentuk Solo Custom Bike (SCB).

"Saya yakin kami para member ini butuh teman sharing sesama pecinta klasik. Karena ngopi, nongkrong, dan ngobrolin hal yang sepaham itu menyenangkan. Selain itu juga bisa menambah keluarga," ujarnya.

Sebagai seorang builder motor, sudah tak terhitung jumlah motor yang diotak-atik oleh Boni. Lebih dari 100 motor pernah dibangun Boni. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah setiap waktu.

"Berhubung saya builder motor, kerjaannya ya ngebangun motor. Udah banyak memang. Lupa jumlahnya. Ada mungkin ratusan motor," sambungnya.

Saking banyaknya motor yang pernah di-build, Boni mengaku kebingungan jika ditanya soal pengalaman berkesan. Semua hal tentang motor bagi Boni selalu menyisakan kesan mendalam.

"Apapun itu, tiap motor punya cerita tersendiri," imbuhnya.

Meski nampak selalu disibukkan dengan motor, Boni juga sempat menghadiri event-event motor. Beberapa invitation juga sering datang meminta Boni hadir di acara motor custom.

"Biar ngga penat kerja, saya sering single touring. Saya juga butuh jalan-jalan dong," kelakarnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia