Rabu, 26 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Lewat Cemoro Kandang? Jangan Lewatkan Bukit Sakura

10 Maret 2019, 17: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Lewat Cemoro Kandang? Jangan Lewatkan Bukit Sakura

SELAIN Bukit Mongkrang yang sedang naik daun, ada pula satu lokasi yang sayang untuk dilewatkan. Yakni Bukit Sakura yang berada di wilayah Cemoro Kandang. Tawangmangu.

Bukit Sakura menyajikan wisata alam tak kalah menarik. Di sana terdapat tanaman khas Jepang, bunga Sakura. Ada puluhan pohon yang ditanam di lahan milik Perhutani itu. Sayangnya, saat ini belum waktunya musim berbunga. Sebab, musim berbunga tidak muncul serentak.

”Februari kemarin sedang bagus-bagusnya. Kalau sekarang kebanyakan sudah jatuh bunganya,” jelas Handayanto, kru Bukit Sakura Lawu

Adapula taman Edelweiss yang bisa jadi spot foto menarik. Wisatawan juga dapat memberi makan burung dara yang ditangkarkan di lokasi tersebut. Lokasi wisata yang baru dibuka 14 Juni 2018 itu juga menyediakan tempat camping maupun outbond.

Tiara Risqina Dewani, 16 salah satu pengunjung mengaku penasaran dengan tanaman bunga sakura. Sebab, bunga Sakura kebanyakan hanya ada di negara asalnya, Jepang. Sayangnya, siswi SMA Mojolaban, Sukoharjo itu sedikit kecewa karena bunga yang dicarinya belum tumbuh.

”Sedikit kecewa sih, pas ke sini bunganya tidak tumbuh. Tapi masih bisa lihat bunga lainya seperti Edelweiss,” terangnya.

Beruntung, Bukit Sakura juga dilengkapi panggung selfie yang berlatar pemandangan barisan bukit Gunung Lawu. Panggung itu jadi salah satu ikon yang diburu wisatawan untuk berswafoto. Apalagi, wisatawan juga dapat melihat Telaga Sarangan di Magetang, Jawa Timur dari tempat itu.

”Tempatnya juga masih nyaman, belum banyak yang datang. Kita bisa lihat kawah Gunung Lawu, rasanya seperti di depan mata” imbuh warga Tawangmangu itu. 

Bukit Mongkrang dan Bukit Sakura dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Gondosuli bersama Perhutani. Mereka berusaha agar wahana wisata itu tetap diminati wisatawan. 

Ketua Pokdarwis Desa Gondosuli Nuryono mengatakan, pengelola juga menyediakan guide bagi pendaki pemula. Meski diakui jalan track cukup mudah, namun wisatawan juga harus memerhatikan nilai-nilai adat yang berlaku di wilayah itu.

”Aturannya sama dengan pendakian ke puncak Lawu. Jangan merusak, berperilaku yang baik sepanjang perjalanan,” jelas Nuryono.

Wisata Bukit Mongkrang ternyata baru dikelola sejak seminggu terakhir. Dia menyediakan pos-pos di sepanjang pendakian. ”Ada tiga pos, masing-masing ada warungnya. Jadi bisa untuk beristirahat,” tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia