Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Bawaslu Ajak Awasi Pelanggarn Pemilu

Juga Ajak Perangi Hoax dan Ujaran Kebencian

11 Maret 2019, 12: 59: 03 WIB | editor : Perdana

JURDIL: Bawaslu bersama komunitas tukang becak sosialisasi pemilu dalam di CFD Jalan Slamet Riyadi.

JURDIL: Bawaslu bersama komunitas tukang becak sosialisasi pemilu dalam di CFD Jalan Slamet Riyadi. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Tensi politik menjelang pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) semakin memanas. Masing-masing kubu pendukung saling melancarkan serangan, baik di darat maupun dunia maya. Karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta agar elemen masyarakat ikut mengawasi jalannya pesta demokrasi ini.

Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono meminta seluruh elemen masyarakat Kota Solo agar ikut mengawal pemilu sebagai sarana proses demokrasi. Pemilu tidak hanya milik bawaslu, namun seluruh masyarakat Indonesia, sehingga semua wajib mengawaslnya.

“ Kami mengajak masyarakat untuk berhenti menyebar berita bohong, ujaran kebencian agar Pemilu 2019 berjalan dengan kondusif,” terang Budi Wahyono. 

Agar masyarakat ikut terlibat, bawaslu terus terjun sosialisasi kepada masyarakat. Seperti Minggu kemarin, bawaslu melibatkan komunitas pengayuh becak. Pemilihan komunitas becak sebagai sarana sosialisasi dinilai cukup tepat karena becak sangat dekat dengan akar rumput sehingga harapannya dapat memengaruhi kesadaran masyarakat dalam menciptakan keamanan saat pemilu berlangsung. 

“Tidak hanya komunitas becak. Ada komunitas difabel dan komunitas lain dilibatkan. Karena akar rumput ini memiliki suara yang diperlukan dalam mengawal proses demokrasi ini,” beber dia. 

Pawai yang dimulai dari simpang empat Gendengan menuju Ngarsopuro itu sempat berhenti di beberapa segmen yang padat aktivitas. Di sana, rombongan pawai memberi masyarakat kesempatan untuk berswafoto dan mengabadikan kegiatan itu. 

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju simpang Ngarsopuro. Sejumlah penumpang becak yang mengenakan topeng bergambar masing-masing paslon capres dan cawapres nomor urut 1 dan 2 itu masih saja menjadi perhatian warga. Pasalnya, mereka didudukkan dalam satu becak tidak sebagaimana mestinya, melainkan malah didudukkan sesuai kebutuhan jabatan masing-masing yakni sebagai presiden dan wakil presiden. 

“Memang didudukkan bersama, jadi Pak Jokowi bersebelahan dengan Pak Prabowo dan KH Ma’ruf Amin sebelahan dengan Sandiaga Uno. Ini untuk menggambarkan pilihan politik yang beh beda, tapu wajib tetap rukun satu sama lain,” ujarnya.

Di aksi berakhir, sejumlah kelompok musik tradisional mulai melantunkan tembang-tembang untuk memeriahkan aksi tersebut sebelum ditutup dengan deklarasi pemilu bebas ujaran kebencian, hoax dan money politik. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia