Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Matangkan Wisata Sungai Bendung Tirtonadi, Libatkan Tim SAR 

11 Maret 2019, 16: 21: 25 WIB | editor : Perdana

DAYA TARIK: Bendung Tirtonadi akan menjadi magnet wisata baru.

DAYA TARIK: Bendung Tirtonadi akan menjadi magnet wisata baru. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Penataan Bendung Tirtonadi terbukti mampu menciptakan ruang terbuka baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Bengawan. Untuk memaksimalkan potensi wisata baru tersebut, akan dilengkapi dengan wisata sungai. Karena itu koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mewujudkan rencana tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Surakarta Hasta Gunawan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mengingat dalam waktu dekat lokasi itu akan dikelola oleh pemerintah setempat, khususnya di sektor kepariwisataan. 

“Konsep wisata air di sana menunggu upaya pemeliharaan selesai dulu. Nanti setelah diserahterimakan dari rekanan ke pemkot, pengembangan potensi wisatanya baru dimaksimalkan,” kata Hasta kemarin.

Sembari menanti upaya pemeliharaan selesai, pihaknya juga koordinasi bersama Tim SAR untuk realisasi wacana wisata air. Pihaknya berharap keberadaan dua dermaga di sekitar bendung bisa termanfaatkan dengan baik. Karena itu, dinas pariwisata telah mengajukan permohonan agar perahu karet milik SAR dapat dioperasikan di sana. Baik untuk upaya pengamanan atau jika memungkinkan untuk mendukung pariwisata. “Obrolan dengan SAR soal perahu karet sudah ada. Nanti tinggal tunggu kelanjutannya saja,” kata Hasta.

Ditambahkan dia, upaya pembentukan wisata baru itu juga didukung oleh Wali Kota  F.X. Hadi Rudyatmo. Sesuai arahan wali kota, saat wisata sungai dimulai dua perahu milik Kelurahan Sudiroprajan akan dipinjam untuk sementara untuk menjajal dan menimbang minat masyarakat akan wisata sungai. Sekalipun permintaan masyarakat cukup tinggi akan pengembangan wisata di bendung tersebut. 

“Pak wali juga sudah menyetujui usulan itu. Tujuannya untuk menciptakan wisata baru di Sungai Bengawan,” kata Hasta.

Menimbang pemaksimalan wisata baru, Kasi Pengembangan Pasar, Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan Olahraha dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Tanti Apriani menyarankan untuk fokus promosi karena itu wisata baru. Pengelola juga harus konsisten untuk menjaga standar pelayanan. Terlebih jika wisata itu melibatkan masyarakat sekitar dalam pengembangannya. “Yang penting standarisasi dan target atau arah pariwisatanya jelas. Dan selalu berinovasi agar pengunjung tidak jenuh," tutup Tanti. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia