Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Bidan Pelaku Aborsi di Klaten Tidak Bisa Pensiun Dini

11 Maret 2019, 20: 41: 15 WIB | editor : Perdana

Bidan Pelaku Aborsi di Klaten Tidak Bisa Pensiun Dini

KLATEN - Bidan Desa Kajen, Kecamatan Ceper Ariyanti, 48, yang terjerat kasus praktik aborsi online menginginkan pensiun dini dari profesinya. Tetapi keinginan itu tidak akan bisa direalisasikan karena sebagai pegawai negeri sipil (PNS), dia masih menjalani proses hukum. 

”Kalau mau mengajukan pensiun dini ya tidak bisa. Malahan bisa-bisa dia diberhentikan dengan tidak hormat. Tetapi, tentunya perlu kita kedepankan praduga tidak bersalah,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten Surti Senin (11/3).

Surti menegaskan, jika pengajuan pensiun dini tidak bisa dilakukan. Karena dalam proses pidana yang dijalani pelaku, membuat mutasi kepegawaiannya ditunda. Maka dari itu, kata dia, sang bidan lebih baik menunggu hasil dari keputusan pengadilan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo mengungkapkan, sampai saat ini dirinya terus memantau perkembangan pemeriksaan yang dijalani bidan desa Ariyani. Pada dasarnya, dirinya sangat menyayangkan perbuatan pelaku yang mencederai bidang kesehatan Klaten.

“Karena ini sudah masuk ke ranah hukum kita ikuti saja. Tentunya akan ada sanksi dari sisi kepegawaiannya. Saya harap ini menjadi kasus pertama dan terakhir di Klaten yang melibatkan bidan desa,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, bidan Desa Kajen Ariyanti ditahan bersama empat pelaku lain ditangkap lantaran terlibat kasus praktik aborsi. Para pelaku lain, yakni Agung dan Anisa yang aktif mempromosikan jasa aborsi lewat media sosial. Kemudian, YJ dan DA, sepasang kekasih yang melakukan aborsi di bidan Ariyanti melalui perantara Agung dan Anisa. Kelima pelaku tersebut kini ditahan di Klaten. Saat ditangkap, Ariyanti sempat mengemukakan, dia ingi mengajukan pensiun dini. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia