Sabtu, 19 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Banderol Sewa Videotron Tunggu Penetapan Perwali

12 Maret 2019, 14: 00: 57 WIB | editor : Perdana

Banderol Sewa Videotron Tunggu Penetapan Perwali

SOLO – Biro iklan lokal bakal mendapatkan prioritas mengakses ruang iklan di tiga videotron di jalan Slamet Riyadi. Nilai sewa setiap unit masih menunggu penetapan peraturan wali kota (Perwali).

Videotron tersebut tersebar di simpang tiga Kerten, simpang empat Gendengan dan simpang tiga Sriwedari. Ketiganya baru saja diresmikan oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo pada 22 Februari. Saat ini, tayangan videotron berisi potensi wisata dan budaya Kota Solo mulai dari kuliner, lokasi bersejarah, hingga kalender event kota.

“Ini sedang proses penyusunan perwali. Kita mengajukan draft kemudian paparan kepada wali kota. Ada revisi, kita paparkan lagi nanti sampai ACC (disetujui, Red) pak wali,” terang Kasubid Perhitungan dan Penetapan  Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Wulan Tendra Dewayani, Senin (11/3).

Biro iklan lokal mendapat prioritas utama dengan alasan menjalin komunikasi dengan mitra. Selain itu, pemkot ingin memberdayakan potensi lokal agar berkembang di kota sendiri. “Nggak harus sampai luar kota. Yang sudah kerja sama lama dengan kita saja dulu,” imbuhnya.

Namun, ada beberapa tantangan. Salah satunya adalah kemampuan finansial biro iklan lokal membayar sewa videotron. Meski belum ada nilai sewa secara resmi, pemkot memperkirakan biaya sewa videotron mencapai ratusan juta per tahun. Harga tersebut terbilang kecil bagi perusahaan nasional.

“Kalau melihat sebelumnya, yang mampu bayar sewa videotron itu hanya perusahaan rokok. Tapi itu kita minimalkan. Mengingat pemkot sedang gencar mengincar predikat Kota Layak Anak sehingga mengurangi iklan-iklan rokok,” beber Tendra.

Dia berharap tiga videotron milik pemkot di Jalan Slamet Riyadi bersih dari iklan rokok. Tendra menyebut saat ini ada dua videotron berukuran besar yang masih berisi iklan rokok. Yakni videotron di tugu Makutha dan simpang empat Purwosari.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo kembali mengingatkan fungsi videotron sebagai papan sosialisasi dan promosi. Rudy bahkan membatasi penggunaan videotron sebagai ruang komersil.

 “Kita minta 60 persen adalah konten promosi dan sosialisasi program-program pemkot. Sedangkan 40 persennya bisa dijual. Karena kan menghidupkan videotron juga harus bayar listrik,” ungkapnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia