Sabtu, 20 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Features
Khoirul Latifah, Tebarkan Virus Literasi

Sulit Cari Referensi, Bikin Toko Buku Sendiri

13 Maret 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Sulit Cari Referensi, Bikin Toko Buku Sendiri

Rendahnya angka literasi masyarakat tak sekadar dijadikan jajaran data. Khoirul Latifah berusaha mendongkrak dengan caranya sendiri. Seperti apa usahanya?

IRAWAN WIBISONO, Solo

DERETAN katalog buku Islam terpampang di akun sosial media Khoirul Latifah. Perempuan 21 tahun asal Sukoharjo ini memiliki koleksi buku bacaan asli dari penerbit dengan harga miring. Tak segan dia memberi potongan harga 10 persen hingga maksimal sesuai permintaan pelanggan.  

Mahasiswi tingkat akhir Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Surakarta ini memang tak sekadar berjualan buku. Usaha yang dirintis dua tahun silam ini menjadi sarana literasi kepada masyarakat. Dia ingin meningkatkan minat baca masyarakat yang kian hari disebut terus merosot.

“Awalnya ada flavabookstore itu pas cari buku bacaan untuk sebuah training kepemimpinan saya tidak menemukan di toko buku umum. Setelah ketemu di penerbit, iseng, daripada membeli buku untuk diri sendiri kenapa nggak mencoba dijual kembali?,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Keisengan itu ternyata berbuah manis. Beberapa kali memajang sampul buku yang dijual, kawan-kawannya banyak yang merespon. Beberapa membeli, meski banyak yang hanya bertanya lalu pergi. Pesanan pun terus mengalir di toko buku online miliknya. Peraih penghargaan rektor sebagai mahasiswa kontributor artikel terbanyak website IAIN Surakarta pada 2017 ini sempat kewalahan. Apalagi perempuan berhijab ini juga aktif di sejumlah organisasi dalam dan luar kampus. Saat itu jiwa untuk berwirausaha belum sepenuhnya terbentuk.

“Pas lagi mood ya jalan, aktif mencari pembeli, memasarkan di market place, upload foto buku di sosmed dan sebagainya. Tapi kalau lagi banyak deadline (kuliah) ya dianggurin,” terang Pemimpin Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa Pandawa IAIN Surakarta ini.

Latifah, begitu dia disapa, baru tersadar saat hasil dari berjualan buku naik turun. Lebih tersadar lagi jika teringat visi besarnya untuk meningkatkan literasi masyarakat. Apalagi aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Al Aqsha ini juga mengidamkan flavabookstore miliknya menjadi pusat buku Islam Indonesia. 

Sebuah keinginan yang tidak mudah. Hingga akhirnya peraih beasiswa bidik misi empat tahun berturut-turut ini membangun sebuah manajemen. Dia mengajak tiga orang teman sesama aktivis untuk bergabung di toko buku online yang dirintisnya. Masing-masing mendapatkan tugas yang jelas dengan pembagian hasil juga transparan. 

Berkat kekompakan itu, toko buku yang awalnya hanya menjual ulang dari agen buku, kini bisa menembus percetakan buku. Biaya kulakan otomatis lebih terjangkau. Tak hanya itu, mereka juga berhasil mendongkrak angka penjualan, berangkat dari omzet Rp 500 ribu sebulan, kini bisa menembus Rp 3 juta setiap bulan.

“Sebenarnya masih sedikit untuk omzet usaha, tapi omzet segitu dikerjakan empat orang mahasiswa juga aktivis sudah bagus. Kami juga jadi banyak relasi. Sampai ada pemilik penerbit dari Malang yang ingin sharing tentang buku ,” ujar peraih Best Paper Presentation Jurnal Academica IAIN Surakarta 2017.

Meski telah menuai omzet berlipat, Latifah lagi-lagi tak mau meninggalkan niat awalnya untuk meningkatkan literasi masyarakat. Salah satu celah yang diambil dari berjualan buku online adalah membuat kelas diskusi untuk pembaca di seluruh Indonesia. Juara pertama DEMA FEBI Essay Competition 2017 ini juga aktif menjadi pembicara dalam berbagai diskusi yang diadakan berbagai penerbit di Indonesia.

“Sekarang tantangan kita adalah bagaimana memperoleh modal yang lebih besar. Agar buku yang tersedia lebih banyak. Itu tidak wajib sebenarnya, tapi paling tidak dengan modal yang besar akan berdampak lebih baik untuk flava dan dunia literasi,” paparnya.

Dia berharap usahanya lebih dikenal orang, terutama mahasiswa se Indonesia karena tujuan awal memang untuk meningkatkan angka literasi pemuda khususnya mahasiswa. (*/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia