Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BPR Buana Artha Lestari Perluas Segmen Pasar

13 Maret 2019, 19: 43: 22 WIB | editor : Perdana

SAMBUT NASABAH: Direktur dan sejumlah staf BPR Buana Artha Lestari di kantor yang baru.

SAMBUT NASABAH: Direktur dan sejumlah staf BPR Buana Artha Lestari di kantor yang baru.

SOLO – Kinerja dan pelayanan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dituntut makin profesional. Seiring ekspektasi nasabah yang membutuhkan layanan nyaman dan akses cepat. Komitmen itulah yang bakal ditunjukkan BPR Buana Artha Lestari, pasca melakukan relokasi dan peresmian kantor pusat yang baru di Jalan Dr Rajiman No 687, Pajang, Laweyan, Surakarta.

Direktur Utama BPR Buana Artha Lestari, Yusak Adi Nugroho mengatakan, dengan beroperasinya kantor baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi para nasabah. Sekaligus memaksimalkan pelayanan yang lebih nyaman dan cepat.

“Melalui kantor pusat yang baru maka segmentasi pasarnya akan kita perluas. Terutama dari sektor penyaluran kredit kepada nasabah makin meningkat. Terbukti, hingga bulan kemarin kita mampu menyalurkan kredit kepada nasabah sebesar Rp 3,5 miliar. Ke depan kita akan lebih banyak menyalurkan pinjaman kepada nasabah,” papar Yusak, seusai peresmian kantor baru, Selasa (12/3).

Dijelaskan Yusak, prioritas utama BPR yaitu menghimpun dana dari masyarakat berupa tabungan dan deposito. Kemudian menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit, berupa kredit modal kerja bagi UMKM dan UKM di eks Karesidenan Surakarta.

“Pangsa pasar kredit untuk UMKM dan UKM di eks karesidenan Surakarta masih cukup besar. Jadi kita akan fokus untuk menggarap sektor ini. Dengan produk andalan yaitu Pinjaman Tarik Setor seperti halnya pinjaman rekening koran. Dan satu lagi produk Kredit Modal Kerja tanpa angsuran pokok,” jelasnya.

Kinerja yang dilakukan BPR Buana Artha Lestari tahun ini cukup membanggakan. Capaian dana yang bisa dihimpun dari masyarakat hingga bulan kemarin, tercatat mencapai Rp 130 miliar. Untuk penyaluran kredit kepada nasabah mencapai Rp 115 miliar. Tingkat non performing loan (NPL)-nya sendiri masih dalam batas wajar. Sedangkan jumlah nasabah di eks Karesidenan Surakarta mencapai sekitar 800 orang. 

“Salah satu prinsip untuk mendapatkan nasabah loyal yaitu pelayanan terbaik. Seperti pemberian bunga kredit lebih murah. Kemudian kecepatan proses kredit dalam mengambil keputusan, disaat ada pengajuan dari nasabah,” ungkap Yusak. (ser/edy)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia