Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Potensi Rawan Tinggi, Solo Prioritas Pengamanan Pemilu

14 Maret 2019, 09: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Potensi Rawan Tinggi, Solo Prioritas Pengamanan Pemilu

SOLO – Kota Bengawan menduduki peringkat pertama daerah prioritas pemilu di jajaran Polda Jawa Tengah. Sebab, intensitas kegiatan pemilu paling banyak dilakukan di kota ini. 

Hal ini diungkapkan Kapolda Jawa Tengah Irjend Pol Condro Kirono usai menggelar Sispamkota di lapangan parkir The Tjolomadu Karanganyar, Rabu (13/3).  Kapolda mengatakan, karena intensitas kegiatan pendukung kedua capres di Solo paling sering maka sangat rawan terjadi gesekan dan konflik. Selain Solo, yang menjadi kawasan prioritas pengamanan adalah Kabupaten Kedu dan Banyumas.

“Untuk tingkat nasional, Polda Jateng menduduki peringkat 31 untuk indeks kerawanan pemilu. Jadi masih dalam kategori aman. Sedangkan di Jateng daerah prioritas yang membutuhkan prioritas khusus adalah Solo, Kedu dan Banyumas. Karena itu kami akan tambah personel,” katanya.

Kapolda menuturkan, untuk pertambahan personel sendiri, Solo mendapat tambahan tiga kompi. Yakni, dua dari Satuan Brimob dan satu dari Direktorat Sabhara. Kedu dua kompi, dan Banyumas satu kompi. “Sampai saat ini untuk wilayah Jateng masih dalam kondisi aman. Belum terlihat ada potensi gesekan yang terjadi,” kata Kapolda.

Guna mempersiapkan diri, Mabes Polri kemarin menggelar latihan sispamkota yang dipusatkan di Kota Bengawan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, dalam simulasi ini dimulai pada saat kondisi mulai kampanye rapat terbuka yang dihadiri salah satu calon presiden.

Di tengah orasi program kerja, ada salah satu penyusup dari pendukung calon datang ke lokasi kampanye dan melempar benda ke arah capres tersebut. Hal ini memicu kericuhan di lokasi tersebut. Konflik dapat diredam setelah provokator diciduk aparat kepolisian.

Konflik tidak terjadi pada saat kampanye saja. Tapi juga pada saat perhitungan surat suara di salah satu TPS, di mana ada salah satu kelompok pendukung capres yang tidak terima dengan hasil perhitungan karena calon mereka kalah. Akhirnya mereka mendemo kantor Bawaslu Surakarta hingga berujung kerusuhan. Aksi baru berhenti setelah Satuan Brimob Polda Jateng dan jajaran TNI pun langsung terjun amankan lokasi.

Pada kesempatan tersebut juga digelar penanganan aksi terorisme. Di mana digambarkan ada teroris yang membajak salah satu bus yang melintas di Jalan Slamet Riyadi. Setelah terlibat  kejar-kejaran dengan polisi akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan dan bom berhasil dijinakkan.

“Ini merupakan simulasi di mana konflik sudah menyentuh esklamasi merah. Kita berharap kondisi tersebut tidak terjadi. Makanya untuk mencegah ini kami juga koordinasi dengan bawaslu dan KPU,” ujar Kapolda

Untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi sendiri, dalam Ops Mantap Brata Polda Jateng menerjunkan 23.600 aparat kepolisian dengan dibantu 14.000 personel dari jajaran Kodam IV Diponegoro.

Sementara itu, Kepala Ops Mantap Brata Komjend Pol Unggung Cahyono yang hadir di lokasi mengatakan, Sispamkota Pemilu tahun ini memang dipusatkan di Kota Solo. “Dari tahun  ke tahun digilir. Untuk tahun kemarin kita lakukan di Makassar,” katanya. 

Pria yang menjabat sebagai Kabag Intelkam Mabes Polri ini menyampaikan, ada tiga hal yang diantisipasi, yang pertama konflik sosial, yang kedua terorisme, sedangkan yang ketiga bencana alam.  “Sesuai dengan perintah Kapolri, dalam penanganan aksi demonstrasi  tidak boleh menggunakan senjata api. Yang digunakan senjata hampa dan karet, barrier, watercanon, dan gas air mata,” paparnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia