Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Nama Bung Karno Gantikan RSUD Semanggi

14 Maret 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Nama Bung Karno Gantikan RSUD Semanggi

SOLO - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daearah (RSUD) Semanggi, Pasar Kliwon hampir rampung. Jika tak meleset, Agustus tahun ini rumah sakit kedua milik Pemkot Surakarta itu akan beroperasi. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo pun memutuskan Bung Karno digunakan sebagai nama resmi rumah sakit tersebut

Pria yang akrab disapa Rudy ini mengatakan, pemberian nama RSUD Bung Karno Surakarta mengandung maksud agar masyarakat selalu teringat dengan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia. Rudy juga ingin jasa presiden pertama itu terus dikenang. Hal tersebut juga sebagai wujud penghormatannya kepada pahlawan yang telah berjuang sepanjang hidupnya untuk Indonesia.

“Saya yang minta nama itu (digunakan). Saya juga sudah izin kepada anaknya (Megawati Soekarnoputri) untuk menggunakan. Pasti diizinkan,” katanya, Rabu (13/3).

Selain menghormati presiden pertama RI itu, penggunaan nama Bung Karno juga sebagai penghargaan kepada Megawati. Rudy mengaku mendapat mandat dari presiden ke lima itu untuk menjadi wali kota Surakarta. “Saya menghargai penugasan Bu Mega terhadap saya untuk melayani masyarakat Solo,” imbuhnya.

Sementara itu digunakannya nama Soekarno dalam beberapa bangunan baru di Solo maupun daerah lain, Rudy menganggap itu biasa. Menurutnya, Soekarno bukanlah milik satu kelompok maupun golongan.

Pembangunan RSUD Semanggi sendiri akan rampung akhir Mei 2019. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta Siti Wahyuningsih menjelaskan, proses pembangunan tidak mendapati kendala apapun. Seluruh tahapan telah dilaksanakan sejak 2017 hingga sekarang. Anggaran Rp 192 miliar digelontorkan dari APBD Kota Solo yang dibagi dalam tiga tahap. Yakni Rp 24 miliar di tahun pertama, Rp 99 miliar dan Rp 69 miliar melalui APBD 2018 dan 2019.

“Kami merencanakan untuk perekrutan tenaga. Baik tenaga kesehatan maupun tenaga teknis. Dari dokter spesialis hingga tenaga kebersihan,” katanya.

Dia memperkirakan total kebutuhan tenaga untuk RSUD Semanggi sebanyak 150 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan aturan pemberlakuan tenaga di rumah sakit dengan tipe C.

“RSUD Semanggi kan masuk tipe C. Untuk tahun pertama akan melayani kapasitas 100 tempat tidur. Sesuai regulasi tenaganya sekitar itu (150 orang),” imbuhnya.

Sebelum masuk ke RSUD Semanggi, tenaga kesehatan akan dimagangkan di RSUD Ngipang terlebih dahulu. Setelah dirasa memenuhi standar pelayanan, mereka akan ditempatkan d RSUD Semanggi. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia