Sabtu, 20 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Mitra Gojek Ancam Mogok Tiap Rabu

14 Maret 2019, 21: 36: 26 WIB | editor : Perdana

PERNYATAAN SIKAP: Driver Gojek berorasi di antor Driver Service Unit Solo Baru, Grogol, Rabu (13/3).

PERNYATAAN SIKAP: Driver Gojek berorasi di antor Driver Service Unit Solo Baru, Grogol, Rabu (13/3). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Ratusan driver ojek online yang tergabung dalam solidaritas driver Gojek Solo Raya menolak aturan baru yang ditetapkan manajemen PT Gojek Indonesia (PTGI) mulai Senin (4/3). Yakni pemberlakukan tarif jarak pendek senilai Rp 4.000 per 2,4 kilometer (km).

Sebagai bentuk protes, mereka berkumpul di Alun-Alun Selatan Keraton Solo dilanjutkan membagikan nasi bungkus dan berorasi di kantor Driver Service Unit (DSU) di Solo Baru, Grogol, Rabu (13/3).

"Aksi berbagi (nasi bungkus, Red) ini juga sebuah sindiran bagi perusahaan. Jadi, meski kami dapat potongan kesejahteraan dengan aturan baru ini, kami masih bisa berbagi dengan sesama," beber koordinator aksi Didik Prakoso Andrianto. 

Jika tak segera ada perubahan kebijakan, ratusan mitra Gojek se-Eks Karesidenan Surakarta bakal mogok kerja tiap Rabu. Menurut Didik, kebijakan semula, per 3 km pengemudi bisa mengantongi Rp 6.300. Tapi, dengan aturan baru, hanya Rp 4 ribu per 2,4 km.

Menanggapi aksi tersebut, VP Corporate Affairs Gojek Michael Reza mengatakan, skema insentif untuk mitra akan menyesuaikan kondisi pasar. "Fokus kami terkait kesejahteraan tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif. Salah satu bentuk perwujudan aspirasi mitra adalah diluncurkannya berbagai program kesejahteraan mitra, melalui program GO-JEK SWADAYA,” bebernya. 

Program itu, imbuh Michael, diklaim dapat meringankan pengeluaran sehari-hari mitra Gojek, memberikan akses asuransi, serta pengaturan keuangan bagi masa depan mitra dan keluarganya.

Terkait sistem alokasi order (penghapusan order prioritas) yang juga dikeluhkan mitra Gojek, pihak perusahaan menerapkan sistem alokasi baru sehingga kedekatan dengan titik lokasi bukan satu-satunya parameter driver mendapatkan order.

"Order dari konsumen akan disebarkan kepada mitra di radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih orderan, Red), punya rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut. Jadi semua berdasarkan aturan ini, bukannya pilih-pilih," ungkapnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia