Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Optimalkan Pengolahan Sampah lewat 14 TPS 3R

14 Maret 2019, 21: 52: 09 WIB | editor : Perdana

SIDAK: Sekda Klaten, Jaka Sawaldi saat meninjau TPS 3R di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, baru-baru ini. TPS 3R diklaim sebagai solusi mengurangi volume sampah.

SIDAK: Sekda Klaten, Jaka Sawaldi saat meninjau TPS 3R di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, baru-baru ini. TPS 3R diklaim sebagai solusi mengurangi volume sampah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutangan (DLHK) tahun ini memaksimalkan pengoperasian tempat pengolahan sampah reuse, reduce, dan recyle (TPS 3R). Tersebar di 14 kecamatan. Diperkirakan mampu mengolah sampah hingga 3 ton per hari untuk masing-masing TPS 3R.

Kepala DLHK Klaten, Srihadi menjelaskan, TPS 3R dibangun sejak 2018. Menggunakan anggaran APBD. Setiap lokasi dianggarkan dengan pagu sekitar Rp 600 juta.

”Paling siap saat ini ya TPS 3R di Jatipuro, Kecamatan Trucukmereka sudah beroperasi karena sebelumnya petugas sudah mendapatkan pelatihan. Sudah mampu mengelola sendiri. Didukung fasilitas gedung, mesin pencacah, mesin pemilah, hingga penyaring,” kata Suhardi kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (13/3).

TPS 3R selain di Jatipuro juga ada di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu; Desa Bulusan, Kecamatan Karangdowo; dan Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes. Serta Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom; Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum; dan Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan.

TPS 3R  juga dibangun di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara; Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring; Desa Kadibolo, Kecamatan Wedi; Desa Krajan, Kecamatan Jatinom; Desa Kemalang, Kecamatan Kemalang; Desa Kedungampel, Kecamatan Cawas; dan Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan. ”Harapannya TPS 3R di 14 lokasi ini bisa mengurangi volume sampah dibuang ke TPA Troketon. Bisa dikelola terlebih dahulu di masing-masing kecamatan,” beber Suhardi.

Sistem TPS 3R diawali pemilahan sampah terlebih dahulu di tingkat RT maupun RW. Nantinya akan diangkut petugas TPS 3R untuk dilakukan pengelolaan secara maksimal. Harapannya bisa menghasilkan produk bernilai lebih dari pengelolaan sampah itu seperti dijadikan kompos hingga kerajinan.

Tahun ini DLHK memihaki lima tenaga harian lepas (THL) yang bekerja di TPS 3R. Setiap bulannya mendapatkan upah Rp 1 juta. Termasuk memberikan subsidi BBM untuk mesin yang ada di TPS 3R sebesar Rp 1 juta.

”Tahun ini ada tiga TPS 3R yang akan dibangun dengan menggunakan dana dari APBD. Yakni di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari; Desa Bono, Kecamatan Tulung; dan Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno. Dua TPS 3R diusulkan dibangun menggunakan dana pemerintah pusat. Yakni di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen dan Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno,” paparnya.

Pembangunan TPS 3R sempat diungkapkan Bupati Klaten. Sri Mulyani dalam Musrenbangwil se-Eks Karesidenan Surakarta di Pendapa Pemkab Klaten. beberapa waktu lalu. ”Kami menyadari sampah bisa menjadi permasalahan di kemudian hari. Maka kami bangunan TPS 3R yang nantinya dikembangkan di sejumlah kecamatan lainnya,” paparnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia