Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Rawan Intimidasi, Kawal Penyelenggara Pemilu 24 Jam

15 Maret 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SUKSES PEMILU: Sosialisasi pemilu terus dilakukan oleh penyelenggara maupun relawan demokrasi, seperti di Panti Sosial Surakarta .

SUKSES PEMILU: Sosialisasi pemilu terus dilakukan oleh penyelenggara maupun relawan demokrasi, seperti di Panti Sosial Surakarta . (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Tidak hanya proses pesta demokrasi, penyelenggara dan pengawas pemilu menjadi salah satu elemen penting yang harus diamankan. Kepolisian pun sudah menyiagakan pengawalan 24 jam dia kantor serta komisioner KPU dan Bawaslu Surakarta. Hal itu untuk memastikan para penyelenggara pemilu tetap aman dan terbebas dari intervensi dari pihak manapun.

Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menuturkan, pengamanan melekat telah dilakukan sejak rangkaian pemilu dimulai. Termasuk kepada ketua, komisioner, dan kediaman anggota penyelenggara dan pengawas pemilu.

“Kantor KPU dan Bawaslu kami berikan pengamanan selama 24 jam. Kami siap untuk mengawal masing-masing anggota lembaga tersebut. Meski beberapa komisioner enggan dikawal, namun tetap dilakukan saat ada acara tertentu,” ujarnya.

Andy menambahkan, para penyelenggara itu cukup rawan terkait keamanan. Maka, pengawalan akan dilakukan hingga pemilu selesai. “Segala potensi konflik kita akan terus ditanggulangi. Mengingat Solo menduduki posisi pertama daerah prioritas keamanan pemilu. Namun sampai saat ini belum ada gesekan terjadi sehingga memicu konflik,” katanya.

Tidak hanya itu, aparat kepolisian juga mengintensifkan pemantauan masjid saat salat Subuh di seluruh Kota Bengawan, baik secara tertutup maupun terbuka. Sebab, menjelang pemilu sering terjadi pelanggaran pemilu seperti serangan fajar hingga intimidasi kepada warga.

“Serangan fajar juga merupakan tindak pidana sehingga perlu diantisipasi. Namun hingga saat ini belum ditemukan unsur pelanggaran atau tindak pidana di Kota Solo. Kalau ada masyarakat yang melihat segera laporkan kepada kami,” ujar Andy.

Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti membenarkan hingga saat ini ia telah mendapat pengawalan dari polisi. Pengamanan yang diberikan sudah sesuai tugas dengan baik hingga ke kediamannya. “Sekarang kami dalam menjalankan tugas juga merasa aman serta tidak waswas,” ujarnya.

Ketua Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Surakarta Arif Nuryanto juga mengapresiasi langkah prosedur pengamanan itu. Menurutnya, dengan ketentuan itu diharapkan dapat terjalin kerja sama yang baik untuk seluruh penyelenggara pemilu, aparat, maupun pemerintahan. (atn/irw/bun)

(rs/atn/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia