Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Baru Sembuh, Dr Lo Langsung Praktik

15 Maret 2019, 11: 50: 59 WIB | editor : Perdana

BERJIWA SOSIAL: Semangat Dr Lo melayani pasien meski kondisinya masih lemah mendapat apresiasi.

BERJIWA SOSIAL: Semangat Dr Lo melayani pasien meski kondisinya masih lemah mendapat apresiasi. (A CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SOLO – Semangat dr Lo Siaw Ging memang patut diancungi jempol. Baru sembuh dan sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Kasih Ibu, dokter yang dikenal tidak pernah meminta bayaran kepada pasiennya ini langsung buka praktik di rumah sakit tersebut mulai kemarin (14/3).

Dari pantauan koran ini di ruang praktiknya, Dr Lo terlihat masih duduk di kursi roda, satu persatu pasien masuk ke ruang praktiknya. Meski tertatih-tatih, dia masih cekatan menganalisis penyakit pasiennya satu per satu. Untuk berkomunikasi dengan sang pasien, Dr Lo dibantu seorang perawat. Maklum usianya sudah senja, sehingga pendengarannya sudah berkurang.

“Kemarin sempat libur (praktik). Empat hari, karena sakit di bagian dada, sekarang sudah mendingan. Hari  ini (kemarin) buka lagi,” kata dokter berusia 84 tahun ini.

Selain menerima pasien di rumah sakit tersebut, setiap sore dokter yang akrab dengan kaum duafa ini juga sudah kembali berpraktik di rumahnya yang berada di Kampung Purwodiningratan, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres. Namun pasien yang datang ke rumah sudah tak seramai dulu.  “Mungkin karena saya sudah tua, jadi ke rumah sakit lain,” ujarnya.

Meski begitu ini tidak menyurutkan semangatnya dalam memberikan pelayanan kesehatan, Dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini tetap melayani berapapun pasien yang datang kepadanya. Dia menyampaikan keinginannya membantu sesama yang kurang mampu tidak akan pudar hingga tutup usia. 

“Kalau saya masih diberi kesehatan untuk membantu sesama, saya selalu siap,” ucapnya terbata-bata. 

Mantan Direktur RS Kasih Ibu itu pun berpesan agar para dokter, khususnya dokter muda untuk tidak segan membantu pasien tak mampu. “Secara umum manusia itu sama, bisa berbuat baik. Sama saja. Cuma skalanya yang beda, ada yang kecil, ada yang besar. Tapi itu bukan  ukuran. Yang penting keikhlasan,” katanya.

“Contohnya saya, pasien yang datang tidak saya tarik bayaran. Dari dulu cara kerja saya seperti itu. Karena soal kesehatan banyak dibutuhkan. Orang tidak mampu punya itu juga berhak untuk berobat. Meski begitu ada yang membalas budi, dengan membayar tapi tidak menyebutkan nama. Jadi mereka itu sebagai donatur,” urai Dr Lo.

Kegigihan Dr Lo dalam memberikan pelayanan kesehatan meski baru pulih dari sakit ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Gus Durian Solo. Sebab, apa yang dilakukan Dr Lo lebih dari mengimplikasikan ajaran-ajaran Gus Dur. 

Koordinator Gus Durian Solo, M.Qoyim menuturkan Dr Lo memiliki kontribusi yang besar untuk masyarakat Kota Solo di bidang kesehatan. Untuk itu, lanjut Qoyim, Gus Durian menjenguk, bersilaturahmi serta mendoakan Dr Lo agar senantiasa diberikan kesehatan. Tidak hanya itu, dia juga mendapat buku berjudul "Gus Dur": Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bineka. 

“Ajaran yang diajaran Gus Dur selalu memberikan nilai-nilai untuk membantu siapun tanpa membedakan agama, suku, ras. Kalau kamu bisa melakukan yang terbaik, orang tidak akan tanya apa sukumu apa agamamu,” katanya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia