Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

452 CPNS Jalani Prajabatan

15 Maret 2019, 16: 39: 23 WIB | editor : Perdana

TAHAP AWAL: Diklat Prajabatan CPNS di Aula SMKN 1 Mojosongo, Kamis (14/3).

TAHAP AWAL: Diklat Prajabatan CPNS di Aula SMKN 1 Mojosongo, Kamis (14/3). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Boyolali dimulai, Kamis (14/3). Diikuti 452 CPNS. Berlangsung di Aula SMK N 1 Mojosongo.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali, Agus Santoso mengatakan, Diklat Prajabatan diikuti 332 orang CPNS Golongan III. Serta 87 orang CPNS Golongan II. Plus pelamar Tenaga Honorer Kategori II (K2) sebanyak 33 orang.

”Pembentukan karakter PNS agar kemampuan bersikap dan bertindak profesional. Mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial. Mengamalkan nilai-nilai dasar PNS berdasarkan kedudukan dan peran PNS dalam negara NKRI pada setiap pelaksaan tugas jabatannya. Sebagai pelayan masyarakat dan wujud nyata bela negara seorang PNS,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Solo.

Peserta diklat terbagi dalam 12 angkatan. Pelatihan dilaksanakan secara paralel. Struktur kurikulum yang diberikan sesuai peraturan. Tersusun dalam dua bagian, yakni kurikulum pembentukan karakter PNS dan kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas.

”Satu gelombang untuk dua angkatan. Sehingga tersusun dalam enam gelombang dengan waktu pelaksanaannya mulai 18 Maret hingga 16 Oktober 2019 di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar,” papar Agus.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Andi Suryanto menambahkan, diklat CPNS dilakukan dengan pola kerja sama. Antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemkab Boyolali.

”Penentuan hasilnya dilakukan tim terpadu. Baik itu dari Pemkab Boyolali maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga objektivitas di dalam pelaksanaan penilaian pelatihan dasar ini bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Sekda Boyolali, Masruri menyebut pola pembelajaran Diklat Prajabatan antara lain pola inclass pertama selama 18 hari. Dilanjutkan habituasi selama 30 hari. Habituasi merupakan proses aktualisasi melalui pembiasaan diri. Terhadap kompetensi yang telah diperoleh melalui berbagai mata pelatihan yang dipelajari. Setelah itu, inclass kedua yakni proses evaluasi aktualisasi selama 3 hari. ”Sehingga total waktu pembelajaran 51 hari,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia