Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

UKM Harus Melek Teknologi

Agar Mudah Ajukan Kredit Usaha

15 Maret 2019, 16: 45: 27 WIB | editor : Perdana

TINGKATKAN SDM: Sosialisasi Kemenkop UMKM di Solo.

TINGKATKAN SDM: Sosialisasi Kemenkop UMKM di Solo. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemerintah mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bersikap lebih profesional. Terkait memanfaatkan teknologi informasi. Salah satunya memanfaatkan smartphone sebagai media usaha sekaligus pemasaran.

Deputi Mandiri Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI, Victoria Boru Simanungkalit mengatakan, pemerintah mendorong UKM di Indonesia makin profesional. Serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui pemanfaatan teknologi, khususnya smartphone.

Dimanfaatkan sebagai media usaha. Baik untuk memasarkan produk atau manajemen kerja. Harapannya bisnis UKM makin profesional. Dalam hal ini, UKM diimbau mampu membuat pembukuan sendiri dengan rapi. Kemudian menjadi dasar pengajuan kredit permodalan di bank.

”Selama ini kredit usaha ringan (KUR) memang agak sulit tersalurkan bagi teman-teman pelaku UKM. Terlebih mikro karena hasil usaha selama dijalani tidak ter-record dengan baik. Kalau dari pembukuan saja bisa dilihat perkembangan usahanya, maka angunan tidak menjadi masalah lagi,” kata Victoria kepada Jawa Pos Radar Solo usai sosialisasi di Hotel Adhiwangsa Solo, Kamis (14/3).

Ditambahkan Victoria, dengan SDM profesional, pelaku UKM akan menjadi lebih cepat merespon, mengevaluasi, dan mengantisipasi persaingan global. Memperkuat SDM UKM agar semakin ramah memanfaatkan teknologi. Salah satunya aplikasi yang memudahkan dalam bisnis. Baik di administrasi keuangan maupun dalam pemasarannya.

Sementara itu, Chief Technology Officer Kendi, Pandu Sastrowardoyo menambahkan, selama ini UKM mengalami kesulitan mendapatkan tambahan modal. Baik lewat perbankan maupun pemberi pinjaman lainnya.

”Karena kurangnya literasi finansial dan digital, menyebabkan rendahnya validitas data yang diberikan UMKM kepada pemberi pinjaman. Kalau semua tertata rapi, pemberi pinjaman dapat melihat data secara jelas. Sehingga kepercayaan antara UMKM dan lender terbangun,” paparnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia