Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali
Bocah Boyolali Meninggal Usai Operasi Amandel

Tak Temukan Kejanggalan di RS, Dinkes Akan Datangi Keluarga

15 Maret 2019, 18: 48: 52 WIB | editor : Perdana

Tak Temukan Kejanggalan di RS, Dinkes Akan Datangi Keluarga

BOYOLALI – Permintaan klarifikasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali atas kematian Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, usai menjalani operasi amandel di Rumah Sakit (RS) Hidayah, Desa Kragilan terus berlanjut. Setelah mendatangi RS terkait hari ini (15/3), dinkes juga akan datang ke rumah orang tua Ahsan.

Kepala Dinkes Boyolali dr Ratri S Survivalina mengatakan, timnya telah datang dan meminta klarifikasi kepada pihak RS Hidayah. Hasilnya, tak ditemukan satu pun kejanggalan yang dilakuhan pihak rumah sakit terkait penanganan pasien Ahsan. 

Semua penanganan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). ”Itu sudah benar. Penanganannya memang seperti itu,”  kata Survivalina Jumat (15/3).

Setelah dari RS, lanjut Survivalina, tim dinkes juga akan mendatangi rumah orang tua Ahsan di Dukuh Karang Kidul RT 02 RW 07 Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo. Tim akan meminta konfirmasi perihal kronologi sakitnya Ahsan. 

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Ahsan Arrosyid meninggal dunia sesaat setelah menjalani operasi amandel di RS Hidayah pada Selasa (12/3). Orang tua korban, Wakidi dan Umi Latifah mengaku telah menerima dengan ikhlas kematian putra bungsunya tersebut dan tak ingin memperpanjang persoalan. Itu kendati keluarga masih merasakan sedikit kejanggalan. (wid/ria)

[17:37, 15/3/2019] mbak ria raso: Bocah Meninggal Usai Operasi, RS: Kemungkinan Sumbatan Jalan Nafas

BOYOLALI – Pihak Rumah Sakit (RS) Hidayah, Desa Kragilan akhirnya mengungkapkan kemungkinan penyebab meninggalnya Muhammad Ahsan Arrosyid, 8, usai menjalani operasi amandel di RS setempat Selasa (12/3). 

Koordinator Humas RS Hidayah Agung Susilo menyatakan, audit medis terkait penanganan pasien tersebut masih berjalan. Sehingga RS juga belum bisa memberi kesimpulan pasti atas kematian pasien.

Hanya saja, dimungkinkan penyebab kematian Ahsan karena adanya obstruksi atau sumbatan jalan nafas. Obstruksi itu bisa disebabkan oleh adanya aspirasi cairan atau reaksi alergi obat yang lambat (delayed).  

”Saat kami tanya, pihak keluarga tak ada yang memberikan makan atau minuman. Jadi dipastikan aspirasi cairan itu bukan air minum. Bisa dari asam lambung atau yang lainnya,” ujar Agung. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia