Selasa, 16 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Persis Optimis Tak Terjegal Mafia Bola

15 Maret 2019, 19: 58: 34 WIB | editor : Perdana

Persis Optimis Tak Terjegal Mafia Bola

PERSIS Solo ternyata cukup optimistis menatap Liga 2 musim ini. hal ini lantaran melihat pergerakan Satgas Anti Mafia bentukan Polri, yang sukses menangkap banyak pimpinan persepakbolaan di Indonesia. Salah satu tuntutannya karena mereka didakwa menjadi tersangka match fixing hingga penyuapan.

”Beberapa tahun lalu sejatinya kita bisa masuk ke Liga 1 sejatinya bisa. Tapi nuwun sewu, kita ternodai hal-hal bermau mafia,” keluhnya.

Pada musim 2017, Langgeng menjabat sebagai Sekjen Persis, dan memutuskan untuk mundur di musim 2018. Langgeng beranggapan gagal dalam tugasnya membawa Persis promosi di musim sebelumnya. 

”Saya merasa tim ini dizalimi. Saat 8 besar headcoach kita (Widyantoro) disanksi (oleh Komdis PSSI, dengan hukuman beraktivitas di persepakbolaan Indonesia). Bahkan sebelum laga pertama (babak 8 besar) lima pemain kita disanksi tak boleh dimainkan,” keluhnya.

Saat itu Persis memang dipastikan tersingkir di babak 8 besar, karena kalah bersaing dengan Kalteng Putra dan PSMS Medan, yang sukses lolos ke babak semifinal.

Dirinya menegaskan bahwa Persis adalah sebuah kebanggaan masyarakat Solo dan kabupaten di eks Karesidena Surakarta lainnya. dirinya berharap Persis tak memiliki noda dengan hal-hal berbau mafia. Karena sikap optimistis inilah, dirinya akhirnya mengiyakan tawaran petinggi tim untuknya masuk kembali ke manajemen, dengan posisi baru, yakni sebagai manajer.

“Allhamdulillah, ketika kita dengan munculnya berita soal Satgas Anti Mafia bisa memberantas mafia sepakbola di Indonesia. Ini jadi angin segar biat kita. Semoga musim Liga 2 ini bersih dari mafia. Ini membuat kita optimis, dan tidak sama sekali pesimis,” terangnya

“Kita menegaskan tak mau masuk dengan hal berbau mafia. Ini kebangaan kita. Kita Trah Sambernyowo. Kita tahu seperti apa perjuangan Sambernyowo, dan ini harus ikut kita perjuangkan,” tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan Banyak klub Liga Indonesia yang mempertanyakan persiapan kompetisi musim ini. Salah satu halnya karena belum ada kejelasan secara fix terkait jadwal kick off. 

Langgeng  mengungkapkan tiga bulan setelah Kongres PSSI digelar, seharusnya ada kepastian jadwal Kongres Luar Biasa (KLB). Sayangnya jadwal KLB hingga hari ini belum ada kepastian. Situasi ini juga membuat jadwal Liga 2 belum ada kepastian. Kabar yang muncul adalah kompetisi kasta kedua di Liga Indonesia akan digelar pada bulan Mei dan Juli, tapi baru sebatas wacana

”Banyak tim Liga 2 yang belum melakukan persiapan. Salah satu alasannya karena belum jelasnya jadwal dan regulasi, kalau kita tetap mempersiapkan sejak dini. Jadi ketiga kompetisi sudah pasti akan dimulai, kita sudah benar-benar siap,” terangnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia