Selasa, 16 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Tak Ingin Kecolongan Pajak, Tambah Alat Pantau Transaksi di Hotel

15 Maret 2019, 20: 31: 50 WIB | editor : Perdana

Tak Ingin Kecolongan Pajak, Tambah Alat Pantau Transaksi di Hotel

SOLO – Pemkot Surakarta tak ingin kecolongan potensi perolehan pajak dari restoran/warung makan, hotel, dan tempat hiburan lain. Untuk itu, pemkot akan menambah 50 terminal monitoring device (TMD) dan 10 cash register di sejumlah tempat usaha itu.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Yosca Herman Soedrajad mengatakan, TMD dipasang di hotel, restoran besar, tempat hiburan, parkir, dan lain sebagainya. Alat tersebut berbentuk seperti modem yang tersambung di jaringan wajib pajak. 

Sementara itu, cash register  dipasang di warung atau rumah makan yang masih menggunakan metode manual. “ Alat ini enggak hanya bertujuan memaksimalkan penerimaan daerah, tapi juga memberi kepastian besaran pajak yang harus ditanggung wajib pajak,” kata Herman Jumat (15/3).

Kasubid Perhitungan dan Penetapan BPPKAD  Surakarta Wulan Tendra Dewayani menyebutkan, kedua terobosan itu ditargetkan mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Targetnya PAD 40 persen dari belanja. Evaluasinya saat ini PAD baru 23 persen dari belanja daerah. Selama ini masih mengandalkan pusat, lewat dua alat itu kemandirian daerah harus tumbuh,” katanya. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia