Sabtu, 20 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Koloni Kera Serang Dua Dusun

Warga Resah, Kapolres Turun Tangan

16 Maret 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

EDUKASI WARGA: Kapolres turun melihat kondisi Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo.

EDUKASI WARGA: Kapolres turun melihat kondisi Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Serangan koloni kera mulai meresahkan warga dua dusun di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Kera-kera ini mengobrak-abrik tanaman pertanian dan masuk ke permukiman warga.

Kepala Desa Tiyaran Bulu Sunardi mengatakan, serangan kera memang sudah masuk tahap meresahkan. Sekali gerombolan kera ini turun ke kebun dan perkampungan warga, jumlahnya bisa mencapai puluhan. Warga sudah kewalahan menghadapi hewan-hewan ini. 

“Selain jumlahnya banyak, kera-kera tersebut juga sudah tidak takut lagi kalau hanya sekadar di usir dengan tangan kosong. Karena itu saat ini banyak warga yang mengusir dengan senapan angin,” ujarnya kemarin.  

Menurut Sunardi, kemungkinan kera-kera tersebut turun ke perkebunan dan permukiman warga karena lokasi yang selama ini dijadikan tempat mencari makan sedang krisis makanan. Karena dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan disertai angin hingga mengakibatkan banyak pohon-pohon di atas bukit tempat kera-kera ini berada bertumbangan.

Serangan kera-kera liar ini mendapat perhatian Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi. Orang nomor satu di Polres Sukoharjo ini kemarin turun langsung melihat kondisi Desa Tiyaran yang diserang kera liar. Ada dua dusun yang dia datangi, yakni Dusun Jatirejo dan Kerten. 

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres sempat berdialog bersama dengan warga dan kepala dusun setempat. Memang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir keberadaan kera-kera ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Sebab, mereka sudah memasuki rumah penduduk. ”Kami turun melihat kondisi di lapangan,” papar AKBP Iwan Saktiadi.

Kapolres mengatakan, memang perlu langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan kera yang turun gunung tersebut. Ada beberapa hal yang dia sampaikan, salah satunya langkah untuk mengurangi populasi kera liar. ”Bisa dengan mendatangkan Suku Badui dari Banten untuk menangkap hewan-hewan ini,” ujarnya.

Selain itu, warga juga bisa mengarahkan petugas untuk menembak atau mengusir kera-kera liar. Selanjutnya adalah dengan memberikan racun dengan pancingan makanan seperti buah. Semua alternatif itu digunakan untuk mengurangi populasi dan perkembangbiakan kera liar. (yan/bun)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia