Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Solo

KPU Tekan Dua Potensi Golput

16 Maret 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

KPU Tekan Dua Potensi Golput

SOLO – Kalangan ibu-ibu menjadi prioritas utama sosialisasi pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta. Itu guna menekan angka golongan putih alias golput.

Ketua Komisioner KPU Surakarta Nurul Sutarti menjelaskan, ada dua potensi golput. Pertama golput secara ideologis. Mereka tidak memilih karena keyakinan dan sikap pribadi dalam menilai pemilu. Kedua, golput secara administrasi. Golput jenis ini menjadi tanggung jawab mutlak KPU.

“Kalau golput ideologis kami tidak bisa ganggu gugat. Yang menjadi tugas KPU adalah jangan sampai menjadi golput karena persoalan administrasi. Misalnya terkait pindah tempat memilih, atau belum terdaftar sebagai pemilih. Ini yang harus dijangkau KPU,” katanya, Jumat (15/3).

Masyarakat yang pindah lokasi memilih juga tidak dapat menggunakan hak suara lengkap. Mereka hanya bisa mencoblos calon presiden jika pindah antarprovinsi, dan jika pindah masih dalam satu provinsi dapat memilih calon presiden dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Jika sampai hari H belum terdaftar sebagai pemilih, masyarakat cukup membawa KTP elektronik kemudian menggunakan hak pilih di TPS sesuai alamat di KTP elektronik. Mereka masuk daftar pemilih khusus,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) KPU RI sebesar 51 persen calon pemilih yang sudah terdaftar adalah perempuan. Nurul ingin perempuan di Solo dapat menjadi corong sosialisasi pemilu kepada keluarga di sekitarnya.“Target angka partisipasi dalam pemilu 2019 ini Kota Solo sama seperti KPU RI yakni 77,5 persen. Target itu sudah lebih baik dibanding target di 2014 yakni 75 persen,” terang dia.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo sepakat jika seluruh pihak memiliki kewajiban melakukan sosialisasi. Langkah kecil yang harus dilakukan adalah sosialisasi kepada keluarga masing-masing. “Saya setiap malam menemui masyarakat , nggak cuma kader. Salah satunya untuk sosialisasi itu (pemilu, Red),” kata dia. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia